Jumat, 30 Oktober 2009

Untuk Mesum, Awal November Monas Ditutup

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard



Untuk Mesum, Awal November Monas Ditutup
Lapangan silang Monas yang sering disewa oleh berbagai pihak kerap menjadi semrawut usai acara. Kini, Pemda menerapkan sanksi bagi penyewa yang tak disiplin, berupa skorsing selama satu tahun.
Jumat, 30 Oktober 2009 | 15:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai awal November 2009, semua kawasan Monas pada setiap malam harinya akan ditutup untuk kegiatan masyarakat umum.

Kebijakan itu untuk menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar kawasan, utamanya mencegah terjadinya tindak kejahatan ataupun perbuatan mesum yang kerap dilakukan pasangan muda-mudi yang berkunjung sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan alun-alun Ibu Kota.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat H Idris Priyatna mengatakan, selama ini kawasan kebanggaan masyarakat Jakarta itu dibuka bebas selama 24 jam. Akibatnya, tidak jarang terjadi perbuatan mesum yang dilakukan pasangan muda-mudi.

"Pihak kami telah beberapa kali memergoki dan menangkap pelaku. Mereka bahkan ada yang datang dari daerah Bodetabek hanya untuk mengotori dan mencemari Monas," tutur H Idris Priyatna, Jumat (30/10).

Dia mengatakan, kebijakan penutupan kawasan Monas malam hari ini hanya berlangsung mulai pukul 24.00.

Selain mencegah tindak kriminal ataupun praktik mesum, juga untuk memberikan ruang waktu dan kesempatan para petugas melakukan pembersihan kawasan ruang terbuka hijau itu agar lebih indah dan nyaman.

"Pukul 04.00 Monas dibuka kembali guna memberi kesempatan bagi masyarakat yang akan melakukan kegiatan olahraga," ujar Idris.

Sebagai pengumuman terhadap para pengunjung, pihak Kantor Satpol PP Jakpus sedikitnya telah memasang tujuh spanduk berukuran cukup besar yang dibentangkan di pagar di sekeliling kawasan Monas.

Spanduk itu antara lain berisikan pemberitahuan dan larangan bagi masyarakat umum untuk memasuki kawasan pada malam hari. Diharapkan pesan lewat spanduk ini dapat dipahami semua warga.

Idris melanjutkan, pada malam Minggu (1/11) pukul 00.00 mulai bergerak mengerahkan anggota Satpol. Sedikitnya tiap malam akan dikerahkan 60 petugas yang akan menjaga dan mengawasi setiap sudut pintu masuk kawasan itu.

Idris mengakui, pada tahap awal semua pengunjung yang lewat pukul 24.00 masih berada di dalam kawasan akan diimbau untuk segera keluar.

"Ke depan jika masih ada warga yang nakal dan bertahan ataupun tidur di dalam, termasuk pengunjung masuk kawasan dengan cara menerobos pagar hutan kota, terpaksa akan ditangkap dan dibawa ke Panti Sosial Kedoya atau Pondok Bambu," kata Idris.

Belakangan ini banyak pengunjung yang masuk kawasan menerobos pagar karena memang banyak jeruji besi pagar taman itu yang tampaknya sengaja dipatahkan tangan-tangan jahil.

Yang Penting Nggaya

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard



From: syauqi yahya


Biar Keroncongan yang Penting Gaya

Rabu, 28 Oktober 2009 | 21:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Masyarakat Indonesia lebih memilih untuk berbelanja produk-produk kesehatan dan kebugaran ketimbang untuk membeli makanan. "Yang penting casing (penampilan)-nya," kata Direktur Retailer Service The Nielsen Indonesia, Yongky Susilo, di Jakarta, Rabu (28/10).

Yongky mengatakan, ada perubahan perilaku berbelanja konsumen Indonesia. Data The Nielsen Indonesia menyebutkan, pengeluaran pada Lebaran tahun ini mencapai 7,8 persen, padahal biasanya sebesar 30 persen. Peningkatan belanja dari bulan-bulan sebelum masa Lebaran hingga lebaran yang tadinya 40 persen, sekarang menurun hingga 20 persen.

Di samping itu, masyarakat lebih memilih membelanjakan uangnya untuk membeli pulsa telepon seluler ketimbang membeli makanan ringan atau cemilan. Hal itu merupakan imbas dari melonjaknya penjualan produk-produk telekomunikasi pada Maret lalu.

Gejala tersebut diduga merupakan pengaruh meningkatnya pembelian ponsel yang mencapai 8 juta unit hingga Maret lalu. Sekitar 90 persen yang terjual adalah ponsel berharga di bawah Rp 1 juta. "Naik 80 persen dari 2008," kata Yongky.

IQBAL MUHTAROM

http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2009/10/28/brk,20091028-205082,id.html



Mie Edan mBah Bagong

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard



From: syauqi yahya




PUISI YANG MERATAP

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard



From: nana cpp_radionet
Just sharing sebuah karya.
Semoga berkenan.

Menyambut Bulan Bahasa

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard



From: hernowo hasim

Menyambut Bulan Bahasa
Oleh Hernowo

Kata "menyambut" dalam judul tulisan ini sesungguhnya tidak tepat. Bulan Bahasa telah berlangsung selama Oktober. Puncaknya terjadi pada 28 Oktober karena pada tanggal inilah, dahulu, para pemuda menyatakan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Meskipun terlambat, saya tetap ingin menyambut bulan yang sangat hebat ini (nanti akan saya tunjukkan kenapa saya menyebutnya sebagai bulan yang sangat hebat).

Pertama-tama, saya tertarik menuliskan penyambutan ini karena saya terkesan dengan percakapan antara Kompas dan Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina, yang dimuat di koran Kompas edisi Rabu, 28 Oktober 2009, dalam judul "Kesadaran 'Melampaui Indonesia'". Anies membicangkan sesuatu, yang menurut saya, sangat penting untuk kita perhatikan secara saksama. Apa yang disampaikan oleh Anies?

"Semangat apa yang harus terus dihidupkan terkait Sumpah Pemuda?" tanya Kompas.

Anies menjawab, "Mereka orang-orang muda yang berkumpul saat itu adalah yang berani melawan status quo pada zamannya. Apakah kita membayangkan anak-anak muda yang berkumpul di Kramat itu pulang ke kampung halamannya disambut dengan sukacita? Tidak, mereka diterima dengan tentangan. 'Hey, bahasa nenek moyang kita kau ke manakan?'

"Mereka adalah anak-anak muda pemberani yang mengantisipasi perubahan zaman bahwa fondasi dari suku bangsa kepulauan diletakkan bahkan sebelum negara itu ada. Kesadaran satu nusa satu bangsa itu baik, tetapi yang paling sulit dan paling fantastis adalah satu bahasa. Eropa yang katanya modern, sudah jauh melewati fase industri, tidak bisa untuk setuju satu bahasa."

... tetapi yang paling sulit dan paling fantastis adalah satu bahasa.

Nah, buku saya, Mengikat Makna Update, diterbitkan pada bulan Oktober juga untuk keperluan menyambut sekaligus menyemarakkan Bulan Bahasa. Dalam buku terbaru saya itu, bahasa saya kaitkan dengan membaca. Dalam salah satu bab, di dalam Mengikat Makna Update, saya mengutip sebuah "tafsir" Muhammad Iqbal-pemikir Muslim asal Pakistan yang "berguru" kepada Jalaluddin Rumi-atas ayat 30-33 dalam Surah Al-Balqarah:

Di bagian lain, dalam bukunya itu, Iqbal juga berhasil menyedot perhatian saya untuk senantiasa mengenang apa yang dikatakannya. Ini dilakukan oleh Iqbal ketika Iqbal menafsirkan ayat Al-Quran yang berkisah tentang penolakan para malaikat atas keinginan Tuhan menciptakan wakil di bumi. Lantas Tuhan menunjukkan kelebihan manusia atas malaikat dengan berfirman, "O Adam, sebutkanlah nama-nama itu kepada mereka." Dan, akhirnya, para malaikat memahami bahwa manusia dapat lebih unggul ketimbang mereka apabila manusia dapat "menyebutkan nama-nama". Kisah ini terdapat di dalam Al-Quran, Surah Al-Baqarah, ayat 30 hingga 33.

Dengan indah, Iqbal mengisahkan episode keunggulan manusia atas malaikat dalam bahasa yang sangat menggetarkan: "Hal penting yang ingin disampaikan ayat-ayat itu ialah bahwa manusia telah dianugerahi dengan kecerdasan pikiran untuk menyebutkan nama-nama benda. Ini berarti manusia memiliki kemampuan untuk menyusun pengertian-pengertian tentang benda-benda itu, dan menyusun pengertian berarti menguasai benda-benda itu. Jadi, sifat pengetahuan manusia adalah konseptual, dan dengan bersenjatakan pengetahuan konseptual inilah manusia berkenalan dengan aspek kebenaran yang dapat diselidiki. Yang perlu sekali diperhatikan dari apa yang disampaikan oleh Al-Quran itu terletak pada 'aspek kebenaran yang perlu diselidiki'."[]





--
Soni
dian_wiryatmo@yahoo.Co.Id
08562910578

http://ceremende.blogspot.com/

"So What" Gitu Loh.........

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard




From: syauqi yahya

"National Summit? So What Gitu Loh"
Susilo Bambang Yudhoyono
Jumat, 30 Oktober 2009 | 02:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam dua hari ini bangsa Indonesia mempunyai 'gawe' besar. Pertemuan "National Summit 2009". Entahlah, mengapa pertemuan seluruh pemangku kepentingan bangsa ini, harus disebut dalam kosa kata bahasa Inggris, "National Summit 2009".
Pertemuan itu akan berlangsung 29-30 Oktober 2009. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri yang langsung membukanya.

Sungguh menarik, perhelatan akbar yang menghadirkan tidak kurang dari 1.500 peserta dari seluruh penjuru negeri. Menarik bukan saja karena isu-isu pembangunan lima tahun ke depan yang dibicarakan. Menarik pula dari judul pertemuan yang dengan gagah disebut "National Summit 2009".

Meskipun selama pidato pembukaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono justru tak satu pun menyebutkan "National Summit 2009". Presiden Yudhoyono dengan jelas menyebutkan "Temu Nasional". Dengan sadar beberapa kali Presiden Yudhoyono menyebutkan perhelatan akbar itu sebagai "Temu Nasional", padahal di latar belakang panggung terlihat jelas tulisan "National Summit 2009".

Lebih menarik lagi ketika dalam pidatonya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono justru muncul banyak kosa kata bahasa Inggris.

Kata-kata seperti "global imballances", pro-poor, pro-job maupun pro-growth, partnership, "inter state trade", dan banyak lagi, meluncur fasih dari mulut presiden. Bahkan Presiden Yudhoyono juga memadukan kosa kata Inggris dengan Indonesia sekaligus. Hal itu diungkapkan presiden ketika menjelaskan adanya kemacetan dalam berbagai hal.

"Banyak hal yang masih ada di-"debottlenecking" ini yang harus diselesaikan," katanya.
Mendengar begitu banyaknya kosa kata Inggris yang muncul, beberapa wartawan iseng-iseng menghitungnya. Setidaknya dalam pidato presiden sekitar 65 menit tersebut, tercatat ada 73 kosa kata bahasa Inggris yang dilontarkannya.

Artinya setiap satu menit terlontarlah kosa kata bahasa Inggris itu. "Wah ini sangat efektif," kata seorang wartawan. Lho, jadi ? "So what" gitu loh.




Editor: jimbon
Sumber : ANT

http://oase.kompas.com/read/xml/2009/10/30/02575238/quotnational.summit.so.what.gitu.lohquot

bangku

Kamis, 29 Oktober 2009

Meditasi Islam

From: syauqi yahya

Meditasi Islam <http://aindra.blogspot.com/2007/09/meditasi-islam.html>

Label: Spiritual <http://aindra.blogspot.com/search/label/Spiritual>

Dunia pengobatan semenjak dahulu selalu berjalan seiring dengan kehidupan
umat manusia. Karena sebagai mahluk hidup, manusia amatlah akrab dengan
berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Keinginan untuk terlepas dari
segala macam penyakit inilah yang mendorong manusia untuk membuat upaya
menyingkap berbagai metode pengobatan, mulai dari mengkonsumsi berbagai
jenis obat-obatan, baik berupa tumbuh-tumbuhan secara tunggal maupun yang
sudah terkomposisikan, yang diyakini berkhasiat menyembuhkan jenis penyakit
tertentu, atau sistim pemijatan, pembekaman, hingga operasi pembedahan.
Semua dilakukan dengan trial dan error. Teknologi medis boleh saja semakin
modern dan canggih, namun perkembangan jenis penyakit juga tidak kalah
cepatnya ber-regenerasi. Sementara banyak manusia yang tidak menyadari bahwa
Allah tidak pernah menciptakan manusia dengan ditinggalkan begitu saja.
Setiap kali penyakit muncul, pasti Allah juga menciptakan obatnya. Hanya ada
manusia yang mengetahuinya dan ada juga yang tidak mengetahuinya.
Namun tentu semua jenis pengobatan dan obat-obatan tersebut hanya terasa
khasiatnya bila disertai dengan sugesti dan keyakinan. Disinilah kekuatan
Do'a - Dzikir, maka Islam mengenal istilah do'a dan keyakinan. Dengan
pengobatan yang tepat (tentunya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman
puluhan tahun), dosis obat yang sesuai disertai doa dan keyakinan, tidak ada
penyakit yang tidak bisa disembuhkan terkecuali maut.
Merujuk pada praktek-praktek agung tasawuf praktis, praktik-praktik sufi,
seperti sholat, dzikir, tafakur (meditasi), ternyata tidak sekedar
ritual-ritual tanpa makna.. Dibalik praktik-praktik sufi tersebut, tersimpan
potensi-potensi penyembuhan bagi penyakit- penyakit yang tidak bisa
disembuhkan oleh kedokteran modern, seperti kanker, strooke, kerusakan
kromosom/ DNA, dan jenis-jenis penyakit emosional, psikologis dan non medis.
Bahwa untuk mengatasi kekecewaan, kita harus mencari sumbernya dulu yaitu
pikiran. Untuk mengatasinya bisa dengan latihan meditasi. Belajar meditasi
merupakan bagian dari latihan mengendalikan pikiran. Meditasi adalah latihan
konsentrasi yang dapat digunakan untuk mempertajam tehnik dan meningkatkan
kepekaan terhadap suasana sekitar.
PENGERTIAN MEDITASI
Perkataan Meditasi itu sendiri diserap dari bahasa Latin, meditatio yang
berarti merenungkan dan juga berakar dari kata Mederi (kesehatan) dari kata
ini pula diserap kata medisin. Jadi jelas meditasi itu sebenarnya baik bagi
kesehatan. Dalam bahasa Indonesia, Meditasi, yang menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, adalah pemusatan pikiran dan perasaan untuk mencapai sesuatu.
Jadi bermeditasi adalah memusatkan pikiran dan perasaan untuk mencapai
sesuatu, tetapi kata meditasi itu lebih dikenal dengan nama samedi yang
diserap dari bahasa Sansekerta, samadhi yang juga disebut dhyana atau
pranayama. Samedi itu artinya meditasi dalam bahasa Sangsekerta atau dalam
bahasa Ibrani = hagah. Dalam Alkitab bahasa Inggris perkataan tsb
diterjemahkan sebagai Meditation.
Sedangkan pengertian meditasi dalam kamus Cambridge International Dictionary
of English, adalah:
Meditate is to think seriously (about something), esp. for a long time · if
you meditate, you give your attention to one thing, and do not think about
anything else, usually as a religious activity or as way calming or relaxing
your mind. Meditation is serious thought or study, or the product of this
activity. Meditation is also the act of giving your attention to only one
thing, either as a religious activity or as a way of becoming calm and
relaxed: prayer and meditation.
Kata 'meditasi' [meditation] didefinisikan sebagai "praktek berpikir secara
mendalam dalam keheningan, terutama untuk alasan keagamaan atau untuk
membuat batin tenang." (Oxford Advanced Learner's Dictionary). Dalam kamus
yang bersifat umum ini, 'meditasi' dianggap sebagai proses 'berpikir'. Ini
hampir sama dengan 'kontemplasi' yang didefinisikan secara persis sama.
Tetapi kalau dikaji secara lebih mendalam dan dipraktekkan, akan ternyata
bahwa di dalam 'meditasi' justru proses berpikir berhenti untuk sementara.
Pada dasarnya, 'meditasi' adalah "pemusatan perhatian pada suatu obyek batin
secara terus-menerus." Memang ada obyek-obyek meditasi tertentu yang berupa
pikiran atau ide/konsep, sehingga terjadi tumpang tindih dan tidak dapat
dibedakan secara tegas antara 'meditasi' dan 'kontemplasi'.
Dengan demikian, meditasi adalah cara lain untuk memahami diri, yang berbeda
dengan introspeksi. Justru pemahaman yang diperoleh dari meditasi jauh lebih
tepat dan sesuai dengan keadaan sebenarnya dibandingkan dengan pemahaman
dari introspeksi yang dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan pikiran yang
tidak disadari sehingga memberikan hasil yang bias. Di samping itu,pemahaman
diri yang diperoleh dari meditasi bersifat transformatif (mengubah), oleh
karena pemahaman itu melibatkan seluruh aspek diri (kognitif, afektif,
volisional, dsb). Di lain pihak, pemahaman melalui introspeksi kebanyakan
hanya bersifat kognitif saja, sehingga biasanya tidak banyak perubahan yang
terjadi.
Ada juga yang memberi pengertian bahwa meditasi yang sering kita dengar
mempunyai pengertian yaitu: sikap menenangkan pikiran dengan cara-cara
tertentu di mana pikiran kita sampai menemukan sensasi-sensasi sehingga
menimbulkan rasa damai dalam hati untuk mencapai ketenangan jiwa (ruhani).
Dan ada juga yang mengartikan bahwa meditasi adalah sebuah pelatihan yang
menggunakan pikiran untuk tujuan mengatur pikiran dengan usaha kita.
Meditasi dapat didefinisikan sebagai suatu aktivitas yang mengakibatkan
hubungan erat beberapa orang dengan Tuhan. Kita meditasi pada yang abstrak,
tidak berbentuk, tidak bernama. Karena Yang Tertinggi tidak mempunyai bentuk
dan tidak mempunyai nama, tidak juga mempunyai kwalitas atau
lambang-lambang.
Perbedaan Konsentrasi dan Meditasi
Terdapat perbedaan jelas antara konsentrasi dan meditasi, meskipun keduanya
dalam pelaksanaannya berhubungan. Pengertian konsentrasi ialah untuk
memahami dan menguasai pikiran-perasaan sehingga ia tidak lagi menanggapi
dengan kacau terhadap suatu peristiwa. Latihan-latihan konsentrasi adalah
suatu pendidikan kembali mengenai tekniknya pikiran-rendah, sehingga ia
menurut perintahnya sang Pribadi, dan menghentikan sifatnya yang bergerak
kian kemari dan tidak menentu. Atau dengan kata lain, konsentrasi adalah
sebuah upaya keras (baca: dipaksa) untuk memusatkan pada sesuatu, hal ini
dianggap bukanlah bagian/tahapan meditasi.
Sedangkan tujuan meditasi ialah melatih pikiran, dalam keadaan tenang, dan
beristirahat/ berhenti pada pokok yang dipilih, lebih baik pada hal yang
mengandung arti yang dalam dan rohaniah, sehingga pokok-caranya dapat
membukakan kesadaran yang sedang bermeditasi akan arti makna yang lebih luas
dan dalam.
Dalam ajaran Budha terdapat sebuah tahapan meditasi, yaitu Dharana yang
berarti pemusatan perhatian tanpa paksaan. Pemusatan perhatian tidaklah
berarti anda kosong. Sebagaimana namanya pemusatan perhatian, perhatian anda
tertunjukkan pada sesuatu. Tidak dianjurkan bagi anda untuk berada dalam
keadaan kosong seratus persen karena ini mungkin dapat membiarkan masuknya
kekuatan dari luar yang dapat mengganggu. Meditasi tingkat tinggi biasanya
mengajarkan untuk memusatkan perhatian ke cakra mahkota untuk menerima lebih
banyak kekuatan spiritual, atau ke antara alis mata untuk membangkitkan mata
spiritual, ataupun ke cakra jantung untuk memberikan lebih banyak kekuatan
kepada roh. Jadi, tidaklah kosong sama sekali.
MANFAAT MEDITASI
Menurut ajaran Buddhis, meditasi adalah suatu cara untuk mengembangkan
bathin menuju taraf kesempurnaan yang selanjutnya menjadi dasar dari
kebijaksanaan. Latihan meditasi dengan pemusatan fikiran pada pernafasan
disebut Anaspanasati. Dengan metode ini, fikiran tetap terjaga dengan baik
dan senantiasa terkontrol, dengan demikian membuahkan jasmani dan rohani
yang selalu jernih dan segar. Juga daya fikir bertambah kuat dan tajam,
membawa pada kecerdasan otak.
Meditasi bisa mengurangi kecemasan telah diselidiki oleh tokoh-tokoh sarjana
Barat, seperti pada penyelidikan Zen Meditation, dan kemudian pada
penyelidikan Transcendental Meditation. Tetapi kajian di barat juga telah
membuktikan 33% hingga 50% mereka yang melakukan meditasi tanpa teknik yang
betul akan mengalami peningkatan dalan tekanan darah, stress, kemurungan
serta mudah marah. Maka jika anda benar-benar ingin mendalami meditasi,
pastikan anda dilatih oleh mereka benar-benar mahir dan berpengalaman serta
mampu memberi penjelasan untuk setiap keadaan.
Dalam latihan Meditasi Islam, perkara yang harus diperhatikan ialah
bagaimana mereka dapat menemukan makna dan tujuan hidup yang memberikan
sense of direction, justeru dapat mengatasi pelbagai masalah serta
meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kesehatan.
Tujuan dari meditasi ini adalah kesunyian yang indah, keheningan dan
kejernihan pikiran.
AGAMA DAN MEDITASI
Meditasi bukan hanya dikenal oleh agama yang berasal dari India & Tiongkok
saja bahkan hampir disemua agama mereka mempraktekan meditasi. Meditasi
dalam agama Yahudi dikenal dengan nama hitbonenut ini bisa dibaca di
Kabbalah sedangkan bangsa Yunani kuno mengenal meditasi dengan nama "Gnothi
se auton" = "mengenal diri sendiri".
Menurut kepercayaan orang India/Hindu, bahwa di udara bebas ini terdapat
unsu-unsur gaib yang bersatu dengan zat asam (oksigen). Unsur-unsur gaib itu
berupa zat yang sangat halus sebagai inti dari segala zat yang menjadi roh
dari alam. Zat tersebut sedemikian halusnya hingga tak dapat ditanggapi
dengan panca indera, maupun dengan alat-alat apapun.
Zat ini mempunyai tenaga gaib yang amat berkuasa untuk berbagai macam
kepentingan, antara lain untuk penyembuhan penyakit. Zat inilah yang mereka
beri nama Prana. Cara mendapatkan zat gaib atau prana tadi ialah dengan
jalan pernafasan yang diatur dengan irama tertentu, yang menurut kepercayaan
mereka sesuai dengan irama gerakan alam.
Beberapa cara meditasi melibatkan pengulangan suara tertentu secara
internal, dan menganjurkan kepada para pelakunya agar tidak terlalu
melakukan konsentrasi. Teknik seperti itu akan menyegarkan dan membuat orang
relaks, namun untuk peningkatan rohani, konsentrasi tetaplah sangat perlu -
yaitu usaha intensif untuk memfokuskan pikiran pada mantra.
Meditasi ada dua macam, yaitu meditasi duduk dan meditasi gerak (Tai-Chi).
Meditasi duduk ini sebenarnya sudah diperkenalkan oleh Islam jauh sebelum
Sidharta Gauthama lahir melalui ajaran Budhi Dharma. Meditasi ini juga
sering dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika sebelum dan sesudah
diangkat menjadi Nabi dan Rasul, yang pada saat itu disebut dengan
berkhalwat dan tahannuts. Beliau melakukan meditasi di Gua Hira, ketika
menghadapi masalah yang menimpa diri dan umatnya. Seperti halnya meditasi
duduk, meditasi gerak juga sudah ada dalam ajaran Islam yaitu dalam bentuk
gerakan shalat.
ISLAM DAN MEDITASI
Salah satu fase penting yang secara simbolik sering disebut sebagai
mencerminkan corak misi yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah saat dia
bertahannuts atau melakukan meditasi di Hira, sebuah gua di luar kota Mekah.
Setelah nabi mendapat wahyu pada 610 M, dia tidak terus tinggal di sana,
menikmati meditasi yang soliter, menjauhkan diri dari masyarakat.
Sebaliknya, ia balik ke kota, mendakwahkan ajaran-ajaran, dan melakukan apa
yang dalam istilah sekarang disebut sebagai transformasi sosial.
Pada saat selanjutnya, Nabi saw pergi ke gua Hira hanya untuk bertemu dengan
malaikat Jibril dengan tujuan tasmi? (memperdengarkan) hafalan Alqur'an
beliau dihadapan Jibril. Maka, Gua Hira bukanlah tempat bertahannuts seperti
yang dilakukan beliau sebelum diangkat menjadi Rasul. Tetapi dijadikan
tempat untuk mengoreksi ayat-ayat Alqur'an yang telah diterimanya.
Al Qur'an dan Kesehatan
Arti Qur'an menurut pendapat yang paling kuat seperti yang dikemukakan Dr.
Subhi Al Salih berarti 'bacaan', asal kata qara`a. Kata Alqur'an itu
berbentuk masdar dengan arti isim maf'ul yaitu maqru` (dibaca).. Adapun
definisi Alqur'an adalah: "Kalam Allah swt. yang merupakan mu'jizat yang
diturunkan (diwahyukan) kepada nabi Muhammad saw. dan ditulis di mushaf dan
diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah.."
Banyak ayat Al Qur'an yang mengisyaratkan tentang pengobatan karena AlQur'an
itu sendiri diturunkan sebagai penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang
mukmin.
"Dan kami menurunkan Al Qur'an sebagai penawar dan Rahmat untuk orang-orang
yang mu'min." (QS. Al Isra/17: 82)
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi
tentram." (QS. Ar Ra'd/13: 28)
Menurut para ahli tafsir bahwa nama lain dari Al Qur'an yaitu "Asysyifâ"
yang artinya secara Terminologi adalah Obat Penyembuh.
"Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu
dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman." (QS. Yunus/10: 57)
Di samping Al Qur'an mengisyaratkan tentang pengobatan juga menceritakan
tentang keindahan alam semesta yang dapat kita jadikan sebagai sumber dari
pembuat obat- obatan.
"Dia menumbuhkan tanaman-tanaman untukmu, seperti zaitun, korma, anggur dan
buah-buahan lain selengkapnya, sesungguhnya pada hal-hal yang demikian
terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan"..
(QS. An-Nahl 16:11)
"Dan makanlah oleh kamu bermacam-macam sari buah-buahan, serta tempuhlah
jalan-jalan yang telah digariskan tuhanmu dengan lancar. Dari perut lebah
itu keluar minuman madu yang bermacam-macam jenisnya dijadikan sebagai obat
untuk manusia. Di alamnya terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi
orang-orang yang mau memikirkan". (QS. An-Nahl 16: 69)
Berdasarkan keterangan tadi, dapat dipastikan bahwa orang yang membaca
Alqur'an akan merasakan ketenangan jiwa.
Banyak pula hadits Nabi yang menerangkan tentang keutamaan membacanya dan
menghafalnya atau bahkan mempelajarinya.
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alqur'an dan
mengajarkannya." (HR Bukhori)
"Siapa saja yang disibukkan oleh Alqur'an dalam rangka berdzikir kepada-Ku,
dan memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan berikan sesuatu yang lebih utama
daripada apa yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta.
Dan keutamaannya Kalam Allah daripada seluruh kalam selain-Nya, seperti
keutamaan Allah atas makhluk-Nya.." (HR. At Turmudzi)
"Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah (masjid) Allah, mereka
membaca Alqur'an dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka
ketentraman, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat menaungi mereka dan
Allah menyebut-nyebut mereka pada makhluk yang ada di sisi-Nya". (HR.
Muslim)
"Hendaklah kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Alqur'an" (HR. Ibnu
Majah dan Ibnu Mas'ud)
Dan masih banyak lagi dalil yang menerangkan bahwa berbagai penyakit dapat
disembuhkan dengan membaca atau dibacakan ayat-ayat Alqur'an (lihat
Assuyuthi, Jalaluddin, Al Qur'an sebagai Penyembuh (Alqur'an asy Syâfî),
terj. Achmad Sunarto, Semarang, CV. Surya Angkasa Semarang, cet. I, 1995).
Walaupun tidak dibarengi dengan data ilmiah, Syaikh Ibrahim bin Ismail dalam
karyanya Ta'lim al Muta'alim halaman 41, sebuah kitab yang mengupas tata
krama mencari ilmu berkata, "Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan
seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Di antaranya, menyedikitkan makan,
membiasakan melaksanakan ibadah salat malam, dan membaca Alquran sambil
melihat kepada mushaf". Selanjutnya ia berkata, "Tak ada lagi bacaan yang
dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada
seseorang kecuali membaca Alqur'an".
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar
Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan
bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab
maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai
macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang
menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak
serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik
terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan
ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia
berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan
ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang
dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang
disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984,
disebutkan, Alquran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi
mereka yang men dengarkannya.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad
Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5
orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang
tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi
tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Alqur'an.
Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni
membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari
Alqur'an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika
mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika
mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur'an.
Alquran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal
tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan
Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi
yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Alquran dari
tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki
Alquran. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan
pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan
musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan
emosi (EQ) seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ
dan EQ, bacaan Alquran memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).
Mahabenar Allah yang telah berfirman, "Dan apabila dibacakan Alquran,
simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat
rahmat" (Q.S. 7: 204).
Atau juga, "Dan Kami telah menurunkan dari Alquran, suatu yang menjadi
penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu
tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian"
(Q.S.17:82).
Atau, "Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah-lah hati menjadi
tentram" (Q.S. 13: 28).
Unsur Meditasi Al Qur'an
Kitab ini, tentu saja bukanlah sebuah buku sains ataupun buku kedokteran,
namun Alqur'an menyebut dirinya sebagai 'penyembut penyakit', yang oleh kaum
Muslim diartikan bahwa petunjuk yang dikandungnya akan membawa manusia pada
kesehatan spiritual, psikologis, dan fisik.
Kesembuhan menggunakan Alqur'an dapat dilakukan dengan membaca, berdekatan
dengannya, dan mendengarkannya. Membaca, mendengar, memperhatikan dan
berdekatan dengannya ialah bahwasanya Alqur'an itu dibaca di sisi orang yang
sedang menderita sakit sehingga akan turun rahmat kepada mereka. Allah saw
menjelaskan, "Dan apabila dibacakan Alqur'an, maka dengarkanlah baik-baik
dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al A'raf:
204)
Menurut hemat penulis, salah satu unsur yang dapat dikatakan meditasi dalam
Alquran adalah, pertama, auto sugesti, dan kedua, adalah hukum- ukum bacaan
yaitu waqaf.
Aspek Auto Sugesti
Alqur'an merupakan kitab suci umat Islam yang berisikan firman-firman Allah.
Banyak sekali nasihat-nasihat, berita-berita kabar gembira bagi orang yang
beriman dan beramal sholeh, dan berita-berita ancaman bagi mereka yang tidak
beriman dan atau tidak beramal sholeh. Maka, alqur'an berisikan
ucapan-ucapan yang baik, yang dalam istilah Alqur'an sendiri, ahsan
alhadits. Kata-kata yang penuh kebaikan sering memberikan efek auto sugesti
yang positif dan yang akan menimbulkan ketenangan.
Platonov telah membuktikan dalam eksperimennya bahwa kata-kata sebagai suatu
Conditioned Stimulus (Premis dari Pavlov) memang benar-benar menimbulkan
perubahan sesuai dengan arti atau makna kata-kata tersebut pada diri
manusia. Pada eksperimen Plotonov, kata-kata yang digunakan adalah tidur,
tidur dan memang individu tersebut akhirnya tertidur.
Pikiran dan tubuh dapat berinteraksi dengan cara yang amat beragam untuk
menimbul kan kesehatan atau penyakit.
Zakiah Daradjat mengatakan bahwa sembahyang, do'a-do'a dan permohonan ampun
kepada Allah, semuanya merupakan cara-cara pelegaan batin yang akan
mengembalikan ketenangan dan ketentraman jiwa kepada orang-orang yang
melakukannya.
Relaksasi
Aspek Waqof
Alqur'an adalah sebuah kitab suci yang mempunyai kode etik dalam membacanya.
Membaca Alqur'an tidak seperti membaca bacaan-bacaan lainnya. Membaca
Alqur'an harus tanpa nafas dalam pengertian sang pembaca harus membaca
dengan sekali nafas hingga kalimat-kalimat tertentu atau hingga tanda-tanda
tertentu yang dalam istilah ilmu tajwid dinamakan waqaf. Jika si pembaca
berhenti pada tempat yang tidak semestinya maka dia harus membaca ulang kata
atau kalimat sebelumnya.
Waqof artinya berhenti di suatu kata ketika membaca Alqur'an, baik di akhir
ayat maupun di tengah ayat dan disertai nafas. Mengikuti tanda-tanda waqof
yang ada dalam Alqur'an, kedudukannya tidak dihukumi wajib syar'i bagi yang
melanggarnya. Walaupun jika berhenti dengan sengaja pada kalimat-kalimat
tertentu yang dapat merusak arti dan makna yang dimaksud, maka hukumnya
haram.
Jadi cara membaca Alqur'an itu bisa disesuaikan dengan tanda-tanda waqaf
dalam Alqur'an atau disesuaikan dengan kemampuan si pembaca dengan syarat
bahwa bacaan yang dibacanya tidak berubah arti atau makna.
Waqaf dalam Alquran
> Tanda awal atau akhir ayat
> Tanda awal atau akhir surat
> Tanda-tanda waqaf
Kemampuan nafas pembaca
Siapa saja bisa boleh membaca Alqur?an, baik anak kecil, muda maupun tua,
baik pria maupun wanita selagi mereka dalam keadaan suci atau berwudlu. Jadi
bagaimanapun kemampuan mereka bernafas mereka boleh membaca Alqur'an.
Berhenti berdasarkan kemampuan nafas pembaca, dalam ilmu tajwid, bisa
dikategorikan dalam bagian-bagian waqaf.
Adapula beberapa penekanan nafas dalam membaca Alqur'an. Penekanan-penekanan
tersebut dalam ilmu tajwid dinamakan mad.
Indonesia adalah negara yang mayoritas umat Islam menerapkan hukum-hukum
membaca Alqur'an menurut Rowi, Hafsh, yang telah berguru kepada imam 'Ashim.
Adapun hukum-hukum bacaan mad dalam ilmu Tajwid menurut Rowi Hafsh adalah:
1.Mad Munfashil, yaitu apabila terdapat mad bertemu dengan hamzah dalam
kalimat yang terpisah. Cara baca hukum ini 4 harakat.
2.Mad Muttashil, yaitu apabila terdapat mad bertemu dengan hamzah dalam satu
kalimat. Cara membaca hukum ini adalah 4 harakat.
3.Mad Badal, yaitu apabila terdapat hamzah yang berharakat bertemu dengan
huruf mad yang sukun. Cara membaca hukum ini adalah 2 harakat.
Waktu Meditasi dengan Alqur'an
Pada hakikatnya tidak ada waktu yang makruh untuk membaca/meditasi Alqur'an,
hanya saja memang ada beberapa dalil yang menerangkan bahwa ada waktu-waktu
yang lebih utama dari waktu-waktu yang lainnya untuk membaca Alqur'an.
Waktu-waktu tersebut adalah:
1. Dalam sholat
An-Nawawi berkata; 'Waktu-waktu pilihan yang paling utama untuk membaca
Alqur'an ialah dalam sholat.'
Al Baihaqi meriwayatkan dalam asy Syu'ab dari Ka'ab r.a. ia berkata: "Allah
telah memilih negeri-negeri, maka negeri-negeri yang lebih dicintai Allah
ialah negeri al Haram (Mekkah). Allah telah memilih zaman, maka zaman yang
lebih dicintai Allah ialah bulan-bulan haram. Dan bulan yang lebih dicintai
Allah ialah bulan dzulhijjah. Hari-hari bulan Dzulhijjah yang lebih dicintai
Allah ialah sepuluh hari yang pertama. Allah telah memilih hari-hari, maka
hari yang lebih dicintai Allah ialah hari Jum?at. Malam-malam yang lebih
dicintai Allah ialah malam Qadar. Allah telah memilih waktu-waktu malam dan
siang, maka waktu yang lebih dicintai Allah ialah waktu-waktu sholat yang
lima waktu. Allah telah memilih kalam-kalam (perkataan), maka kalam yang
dicintai Allah adalah lafadz 'La ilâha illallâh wallâhu akbar wa
subhanallâhi wal hamdulillâh."
2. Malam hari
Waktu-waktu yang paling utama untuk membaca Alqur'an selain waktu sholat
adalah waktu malam, Allah menegaskan, "Di antara Ahli Kitab itu ada golongan
yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di
malam hari, sedang mereka juga bersujud (sholat)." (QS. Ali Imron 3:113)
Waktu malam ini pun dibagi menjadi 2:
- antara waktu Maghrib dan Isya
- bagian malam yang terakhir
3. Setelah Subuh
Sebagai penutup mudah-mudahan ini merupakan langkah awal untuk bisa lebih
membuktikan unsur-unsur kesehatan dari Alqur'an, baik makna-maknanya, cara
membacanya maupun lainnya.

Diposkan oleh indra Tgl
24.9.07<http://aindra.blogspot.com/2007/09/meditasi-islam.html>

[image: Blog Entry] Sholat Sebagai Meditasi Tertinggi Dalam
Islam<http://bonjovee.multiply.com/journal/item/98/Sholat_Sebagai_Meditasi_Tertinggi_Dalam_Islam>
Sep
11, '07 11:23 PM
for everyone

Sholat Sebagai Meditasi Tertinggi Dalam Islam

Menjelang bulan Ramadhan yang hari pertamanya Insya Allah jatuh pada hari
Kamis, 13 September 2007, ada baiknya kita (saya?) mengevaluasi ibadah
sholat kita, terutama sholat 5 waktu.

Mungkin kita (saya?) seringkali lupa bahwa sholat bukan hanya kewajiban
seorang muslim, tapi justru kebutuhan. Sholat merupakan perjalanan mi'raj
yaitu menuju kepada Allah. Islam menempatkan Zat Yang Maha Mutlak sebagai
puncak tujuan ruhani, sandaran istirahatnya jiwa, sumber hidup, sumber
kekuatan dan sumber mencari inspirasi. Dengan mengarahkan jiwa kepada Allah,
ruhani akan mengalami pencerahan karena ia berada pada ketinggian yang tak
terbatas, sehingga jiwa kembali pada kondisi semula, bersih (fitrah) dan
tidak terkontaminasi oleh dorongan-dorongan nafsu negatifnya.

*"Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu, yaitu
orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa
mereka kembali kepadaNya'." (QS Al Baqarah 2:45-46)*

*"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang beriman (yaitu) orang-orang yang
khusyu'dalam sholatnya."(QS Al Mu'minun 23: 1-2)*

Sholat memiliki kemampuan untuk mengurangi bahkan menghilangkan kecemasan
karena terdapat 5 unsur di dalamnya yaitu:

1. meditasi atau doa yang teratur, minimal 5 kali sehari.
2. relaksasi melalui gerakan-gerakan sholat.
3. hetero atau auto sugesti di dalam sholat.
4. group-therapy dalam sholat berjama'ah, atau bahkan dalam sholat
sendiri.
5. hydro therapy atau wudhu sebelum sholat.


*Sudahkah kita mendapatkan rasa khusyu' di dalam sholat?*

Jangan-jangan selama ini kita (saya?) termasuk orang-orang yang lalai dalam
menjalankan sholat. Lalai tidak hanya berarti tidak menjalankan, tetapi bisa
juga berarti sholat yang tidak dilandasi niat tertuju kepada Allah.

*"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, yaitu orang-orang yang
lalai dalam sholatnya, orang-orang yang berbuat riya'. (QS Al Maun 107:4-6)*

Karena itu, tidaklah heran betapa banyak seorang muslim yang sholat, tetapi
tidak mendapatkan kebaikan, tidak mendapatkan ketenangan dari sholatnya.
Padahal, sholat adalah meditasi tertinggi dalam Islam.

Diriwayatkan oleh Abu Daud, Rasulullah bersabda*: Betapa banyak orang yang
sholat namun hanya mendapatkan rasa capek dan lelah."*

* *
*Mengapa khusyu' sulit didapat?*

Mungkin, yang pertama karena sejak kecil kita tidak dididik untuk mengenal
Allah. Sejak kecil, kebanyakan orangtua kita hanya mengajarkan bahwa sholat
adalah kewajiban. Kalau tidak sholat, kita akan dijebloskan ke neraka.
Akhirnya, sholat hanya menjadi beban. Tanpa disadari, secara psikologis
pikiran kita terganggu dengan doktrin tersebut. Kita tidak pernah disadarkan
bahwa sholat itu untuk kebaikan kita dan bisa dirasakan langsung oleh
pikiran dan hati kita, bahwa sholat akan memberikan perasaan damai, bahwa
sholat merupakan tempat kita mengadu di saat kesusahan serta memohon
petunjuk.

Perasaan khusyu' tidak mungkin bisa didapatkan jika kita tidak memiliki
kesadaran dan kepercayaan, bahwa sebenarnya di saat sholat kita sedang
berhadapan dengan Allah, sedang berkata-kata dengan Allah. Perjumpaan ini
yang dipandang tidak mungkin oleh sebagian orang, bahkan menganggap Allah
jauh, tidak berada di sini, di dekat kita.

Mungkin kita LUPA terhadap hadist ini:

*Hadist Qudsi: "Jika ia mendekatkan diri kepadaKu sejengkal, maka Aku akan
mendekatinya sehasta. Jika ia mendekatkan diri kepadaku sehasta, maka Aku
akan mendekatinya satu depa. **Jika ia mendekatiku sambil berjalan, Aku akan
mendekatinya sambil berlari."*

Jika kita tidak memahami kesadaran akan diri kita dan kepadaNya ruh itu akan
kembali, maka perjalanan ruhani itu berhenti atau terlena ke dalam ilusi
pikiran. Akibatnya respon dari Allah tidak ada.

Di bawah ini, adalah beberapa tahap awal dalam memasuki sholat:

1. Heningkan pikiran Anda agar rileks.
2. Biarkan tubuh meluruh, bersikaplah serileks mungkin.
3. Kemudian, rasakan getaran kalbu yang bening dan sambungkan rasa itu
kepada Allah. Getaran inilah yang menyebabkan pikiran tidak liar ke sana
kemari.
4. Bangkitkan kesadaran diri, bahwa Anda sedang berhadapan dengan Zat
Yang Maha Kuasa, Yang Meliputi Segala Sesuatu, Yang Maha Hidup.. Biarkan ruh
Anda mengalir pergi, dengan menyerahkan diri: "Hidupku dan matiku hanya
untuk Allah semata."
5. Berniatlah dengan sadar sehingga muncul getaran rasa yang sangat kuat
menarik ruhani meluncur ke hadiratNya. Pada saat itulah ucapkan takbir
"ALLAHU AKBAR".
6. Rasakan keadaan berserah yang masih menyelimuti getaran jiwa Anda dan
mulailaj perlahan membaca setiap bacaan sholat.

Sehabis sholat, duduklah dengan tenang. Rasakan getaran yang masih membekas
pada diri Anda. Ruhani Anda masih merasakan getaran takbir, sujud, rukuk dan
penyerahan diri secara total. Kemudian berdikirlah dengan kalimat tasbih,
tahmid, tahlil dan takbir.


*Wudhu' sebagai syarat sah dan kesempuraan sholat*

*"Barang siapa berwudhu lalu dibaguskan wudhu' nya dan dikerjakan sholat dua
raka'at, di mana ia tidak berbicara dengan dirinya dalam berwudhu'dan sholat
itu sesuatu hal duniawi, niscaya keluarlah dia dari segala dosanya, seperti
hari ia dilahirkan oleh ibunya". (HR Bukhari dan Muslim dari Utsman bin
Affan)*

Seyogyanya kita berwudhu' sebagai bentuk peribadatan seperti halnya sholat,
karena wudhu' merupakan prosesi pembersihan jiwa.

Mari kita perbaiki sholat kita, sehingga Allah berkenan memberikan khusyu'
yang pada akhirnya akan memberikan kedamaian, ketenangan dan kebahagiaan
yang hakiki.

*Dalam hidup kita butuh tempat untuk bersandar, dan Allah adalah sebaik-baik
sandaran.*

Saya menuliskan ini dengan dibarengi filosofi tiga jari, pada saat saya
menunjuk, sesungguhnya tiga jari yang lain mengarah kepada diri sendiri.

Semoga berkenan dan bermanfaat.Sumber:

- Pelatihan Sholat Khusyu': Sholat sebagai meditasi tertinggi dalam
Islam. Penulis: Abu Sangkan. Penerbit: Sholat centre, Baitul Ihsan.
- The Spirituality of Name: Merajut Kebahagiaan Hidup dengan Nama-nama
Allah. Penulis: Prof.Dr. Nasarudin Umar, M.A. Penerbit:Al Ghazali Center

Dewi Lestari: Tujuh Tahun Menuju Mendut

From: puthut yulianto

dari milis sebelah...
maaf jika ada cross posting dan semoga bukan repost.

==
Tujuh Tahun Menuju Mendut
http://dee-idea.blogspot.com/


Barangkali inilah artikel dengan tingkat kesulitan paling tinggi yang pernah
saya tulis, karena saya akan mencoba menuliskan sesuatu yang sudah pasti
tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Semua yang saya tulis berikut ini
ibarat setetes air laut mencoba menjelaskan samudera. Kendati terdengar
sia-sia, mudah-mudahan upaya ini masih punya makna.

Selama tiga hari, berlokasikan di Vihara Mendut – Magelang, saya mengikuti
Meditasi Mengenal Diri (MMD) di bawah bimbingan Pak Hudoyo Hupudio. Beliau,
MMD, dan milis spiritualnya, sudah saya kenal sejak tujuh tahun yang lalu
lewat internet, bahkan beliau pernah saya "todong" untuk membuat pengantar
buku pertama saya "Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh". Namun
baru tahun inilah saya berkenalan langsung dengan Pak Hudoyo. Pertama,
ketika kami sama-sama menjadi pembicara dalam diskusi tentang meditasi di
Bandung bulan Februari lalu, dan kedua ketika saya menjadi peserta MMD
angkatan ke-99 di Mendut.

Meski berbasiskan meditasi vipassana, MMD sendiri merupakan meditasi lintas
agama, terbukti dari komposisi peserta yang beragam. Angkatan ke-99 yang
berjumlah total 31 orang ini, mayoritas peserta beragama Katolik dan Islam,
disusul Buddhis sebanyak lima orang, dan yang beragama Protestan sebanyak
empat orang.

Sekalipun sudah delapan tahun menggeluti dan merenungi masalah
spiritualitas, saya bukanlah meditator yang disiplin. Kegiatan bermeditasi
saya lakukan dengan frekuensi dan intensitas yang acak. Saya tidak asing
dengan konsep vipassana, tapi baru di Mendutlah saya secara fokus menyelami
pengalaman mengamati diri.

Hari pertama dimulai dengan pengarahan. Pak Hudoyo berpesan agar kami
meninggalkan semua pemahaman, pengetahuan, harapan, dan segala teknik yang
kami ketahui. Tidak ada doa. Tidak bicara. Tidak ada apa-apa. Tugas kami
hanya menjadi pengamat pasif. Total. Dan beliau mengingatkan, "Kalian akan
memasuki neraka." Neraka yang dimaksud adalah segala sakit yang akan
dimuntahkan oleh badan, segala resah dan bimbang yang akan dimuntahkan oleh
batin, dan sekali lagi, tugas kami hanya mengamati.

Kami bermeditasi kurang lebih dua belas jam sehari, diselingi tiga kali
diskusi, satu kali istirahat, dan dua kali makan. Neraka itu saya alami
dalam tiga sesi pertama. Perjuangan berat untuk sekadar duduk diam satu jam,
dan perjuangan lebih berat lagi untuk mengalami apa artinya "mengamati".

Saya mulai dengan tidak menjustifikasi dan bereaksi, tapi hanya memberi
label pada segala fenomena batin yang terungkap: "perasaan", "memori",
"gambar", "bosan", "pegal", dan seterusnya. Hingga pada satu titik saya
kelelahan sendiri dengan proses memberi label itu. Fenomena fisik seperti
rasa pegal dan kesemutan pun enggan hilang, bahkan ketika saya pikir saya
sudah "mengamati".

Pada saat meditasi pagi hari ke-2, saya mulai mengalami sesuatu. Selagi
pikiran saya lepaskan mengembara tanpa label, tiba-tiba saya seperti
terjatuh. Tepatnya, seperti dibangunkan. Bukan oleh kehendak, melainkan
terjadi tiba-tiba di luar kendali sang "aku". Dan deskripsi paling mendekati
dari kondisi terbangun itu adalah… hening. Tak lama, pikiran kembali lolos
seperti belut licin dan mulai berkata "Barangkali ini hening yang dimaksud.
Bagaimana caranya bisa kembali ke sini?" Seketika, hening itu hilang.

Saya merenungi pengalaman sekian detik itu dan menyadari bahwa manusia
menghabiskan hidupnya dalam bermimpi. Kita hidup dalam kuasa pikiran yang
tak pernah dibiarkan berhenti. Tak henti-hentinya tertarik ke masa lalu dan
terdorong ke masa depan. Dan kita menyangka kita sungguhan hidup. Guru saya
pernah berkata: Mind is always delayed. Evaluating is the job description of
the mind. That's why, the mind is always slightly behind, and at the same
time always trying to be slightly forward so it can protect. Hal itu juga
dikonfirmasi oleh penjelasan Pak Hudoyo saat diskusi, pikiran adalah alat
manusia untuk bertahan hidup, tapi ketika pikiran dijadikan penuntun maka
selamanya kita terseret-seret ke masa lalu yang sudah tidak ada dan masa
depan yang belum terjadi. Kita bermimpi sekalipun kita terjaga. Kita
bermimpi tentang cinta, tentang hidup, dan tentang Tuhan. Tanpa menghentikan
pikiran, tak sekalipun kita mengalami cinta, hidup, dan Tuhan yang
sesungguhnya. Yang ada hanyalah konsep dan upaya.

Pada saat meditasi sore hari ke-2, entah bagaimana awalnya, tapi saya
sebagai subjek mendadak melemah, dan saya tersadar bahwa selama ini saya
hanya terpusat pada fenomena yang terjadi pada diri saya*pikiran, perasaan,
kenangan, fisik*tapi tidak sekalipun saya memperhitungkan fenomena di
sekitar saya seperti suara burung, suara mobil di kejauhan, atau bunyi
gesekan karpet. Pengamatan saya yang tadinya berbatas seperti sorot senter,
mendadak meluas seperti lampu ruangan. Dan saya menyadari bahwa hal-hal
kecil yang saya lewatkan ternyata fenomena yang sama rata dengan pegal kaki
atau celotehan benak saya. Setelah diberi perhatian yang serupa, mendadak
tak ada yang menetap. Label lenyap, hanya murni mengamati. Dan pengamatan
ini menghentikan semuanya, termasuk kaki saya yang kesemutan. Satu peserta
bertanya saat diskusi, apakah saya pernah bermeditasi selama itu sebelumnya,
karena dilihatnya saya bermeditasi dua jam tanpa bergerak. Saya jujur
menjawab, belum. Itulah meditasi duduk terlama yang pernah saya lakukan.

Dari pengalaman tadi, saya menyadari betapa si "aku" menciptakan subjek
dalam setiap diri kita, membuat kita pusat yang terpenting dan semua
hanyalah objek dalam pengalaman si subjek. Namun tak sekalipun kita
menyadari bahwa si subjek, si "aku", juga rekaan. Dalam pengamatan murni,
"aku" tereduksi menjadi objek, sama-sama cuma fenomena. Perasaan saya hanya
fenomena, fisik saya juga fenomena, burung di udara pun fenomena. Sebagai
konsep, kita bisa meneriakkan "kita adalah satu, we are one" dan
membungkusnya dalam melodi indah. Namun tanpa berhentinya pikiran,
kebersatuan hanyalah semboyan manis. Kita mengaku mengenal Tuhan dan
beragama, tapi dalam mimpi kolektif kita tentang Tuhan dan agama, perdamaian
hanya akan seperti hantu yang tak terkejar.

Pada meditasi pagi hari ke-3, saya mulai memasuki suasana hening sejak
berjalan menuju aula. Dan pagi itu, saya mengalami sesuatu yang sangat sulit
diungkap dengan kata-kata. Segalanya menjadi denyut. Timbul dan lenyap
begitu cepat. Denyut ini seperti "memakani" segala pengalaman seperti mulut
PacMan. Tak ada yang dibiarkannya bertahan sedikit lama. Dengan ritme yang
cepat dan cenderung tetap, semua fenomena yang muncul pun padam lagi tanpa
kecuali. Bahkan luapan ekstase yang saya rasakan tak bisa bertahan lama.
Pikiran yang hendak berkata-kata putus di tengah-tengah. Rasa haru yang
singgah pun pergi lagi tanpa bisa saya cegah. Namun sebutir air mata
berhasil lolos, saya merasakannya mengalir di pipi. Dan saat mata saya
akhirnya membuka, air mata itu sudah kering tanpa bekas.

Dalam diskusi terakhir, Pak Hudoyo menjelaskannya sebagai pencerahan akan
timbul dan lenyapnya fenomena. Apa yang kita pikir sebagai kontinuitas
sesungguhnya adalah keterputusan. Seperti riil film yang sebenarnya cuma
potongan gambar yang terputus-putus, tapi tampak bergerak kontinu ketika
diputar. Para ilmuwan menelaahnya dalam fisika kuantum. Sebuah partikel
sesungguhnya tidak diam statis, melainkan muncul dan lenyap. Anicca, atau
impermanensi, adalah kata yang membersit saat saya merenungkan pengalaman
meditasi saya tadi. Konsep yang sudah lama saya tahu dan akhirnya menjadi
aktual lewat pengalaman.

Tiga hari bermeditasi di Mendut menjadi titik balik saya berikutnya. Sesudah
Five Mindfulness Trainings di Hongkong yang memberi pemahaman segar tentang
kode etik hidup, Meditasi Mengenal Diri memberi pengalaman tentang realitas
sejati dari hidup itu sendiri. Dan ada benang merah yang menalikan keduanya:
Thich Nhat Hanh dan Hudoyo Hupudio dengan caranya masing-masing telah mampu
menghadirkan ajaran universal Sang Buddha bagi siapa saja yang ingin bebas
dari penderitaan* apa pun denominasi agama dan kepercayaannya. Vipassana
sebaiknya tidak dipandang eksklusif milik umat Buddha, tapi siapa pun yang
ingin mengenal diri. Lima Sila yang diikuti pemahaman benar dapat diterapkan
dalam hidup siapa saja, selama mereka memang berkomitmen untuk menciptakan
koeksistensi yang harmonis dengan semua makhluk.

Saya akan mengakhiri artikel ini dengan mengutip pesan Pak Hudoyo setiap
usai berdiskusi: lupakan ini semua. Lupakan cerita saya. Setiap kata adalah
upaya, bukan kenyataan yang sesungguhnya. Kenyataan itu sendiri telah pergi
dan berganti. Pikiran kita hanya bisa mengejar dan berujar. Namun pada saat
yang sama, kita pun bisa tersadar dan terbangun dari mimpi panjang ini.

Masih Dibungkus plastik

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard



From: Agus Dwi Rahardjo

 Seorang gadis desa yang lugu hendak merantau ke kota dibekali pesan oleh simbok.

"Nduk. . kalau kamu ke kota dan kebetulan ada jodoh, Simbok pesen, carilah pasangan yang setia; bisa mengelola uang, dan; harus perjaka ting-ting".

Berangkatlah sang gadis ke kota. Beberapa bulan kemudian dia kembali ke desanya untuk meminta doa restu ingin menikah. "Simbok.., saya sudah dapet jodoh seperti pesen Simbok".

Sang gadis menceritakan kepada si Mbok tentang pacarnya.

"Kalo jalan-jalan keliling kota, dia selalu nggandeng, mbelai-belai saya. Itu kan artinya setia ya mbok?" Si mbok mengangguk tanda setuju.

Sang gadis meneruskan "Suatu hari karena kemalaman dan kehujanan kami mencari tempat berteduh dan menginap, jodoh saya ini bilang agar meneduh ke motel saja. Dan supaya hemat, sewa kamarnya satu saja. Ini kan artinya dia bisa hemat ya mbok?" Dengan terbata-bata bingung, Simbok mengangguk.

Sang gadis masih meneruskan lagi "Di situ lah Simbok, baru saya tahu kalau jodoh saya itu juga masih perjaka ting-ting... " "Hah.....?" sergah Simbok. "Gimana sih nduk kok kamu bisa bilang gitu?"

Lalu sang gadis bercerita "Mmm ... anunya masih baru...masih dibungkus PLASTIK, Mbok!" Gedubraak..! !! Simbok langsung klenger..... ..

bakso tahu di cafe jamaican rhum

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard

Nah.. Bakso tahu di cafe ini dibikin untuk konsumsi anak SMA sehingga
harganya dibikin 5OO'an rupiah... Walau murah dan isinya cuman kanji
doang tp sangat rekomended karena makannya kita bisa panas2.. Jadi
harus rebutan ambil yg panas dengan anak2 SMA.. Tp gpp.. Malah
enjoy... Dibanding yg di es murni yg banyak mengandung daging tahu
bakso ini lebih cespleng walau kita makan banyak2.. Apalagi kalau
dimakan sama bakmi yg dibuntel kecil2... Trus nyeplus lombok.. Dikasih
bonus liat pemandangan sueger bunga2 dari SMA3... Sip banget.. He3...

[Buku Baru] EFFECTIVE APOLOGY by John Kador

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard




From: Pustaka Alvabet

 


HTML clipboard

 

EFFECTIVE APOLOGY

[Merajut Hubungan, Memulihkan Kepercayaan]
 

Penulis: John Kador
 

 

SINOPSIS

 

Headline
surat kabar penuh dengan politisi yang meminta maaf, kaum selebriti yang perlu
meminta maaf, dan para pemimpin bisnis yang gagal saat berusaha melakukannya.
Kenyataannya, kita semua punya alasan untuk meminta maaf. Tapi menurut John
Kador, kita tidak butuh lebih banyak lagi permintaan maaf. Kita butuh lebih
banyak permintaan maaf efektif, permintaan maaf yang memulihkan
ketegangan dalam hubungan, menciptakan peluang untuk tumbuh, dan memberi hasil
yang lebih baik bagi semua pihak.

 

Effective Apology
menantang Anda berpikir tentang
nilai mendasar suatu permintaan maaf, bagi Anda dan sang penerima, dengan
menelusuri secara rinci dimensi-dimensi kunci–yang disebut Kador sebagai 5
P–permintaan maaf yang tulus, permintaan maaf yang memiliki kekuatan untuk
menyembuhkan dan memperbarui. Kador juga memberikan kiat bagaimana menerima atau
menolak permintaan maaf, sepuluh hal yang harus dan tidak boleh dilakukan (dos
and don'ts) perihal permintaan maaf, serta kuis untuk menguji
AQ (Apology Quotient) Anda.

 

Buku ini dilengkapi lebih dari 70
contoh permintaan maaf yang baik, buruk, maupun yang tidak efektif. Tidak ada
buku lain yang memadukan pendekatan aplikatif sedemikian praktis, dengan
analisis yang kaya, tentang apa yang dibutuhkan untuk meminta maaf secara
efektif.

 

 

ENDORSEMENTS
 

"Buku ini memberitahu Anda hal-hal
pokok dalam merangkai permintaan maaf yang efektif di dunia kerja.
John Kador berbagi
beberapa pendekatan praktis dan telah terbukti soal permintaan maaf yang
harus dikuasai setiap manajer."

—Lee Iacocca,
mantan pemimpin dan CEO, Chrysler Motors Corp.

 

"Meminta maaf sama
sekali tidak mudah. Namun buku yang sangat penting dan optimis ini membantu kita
mengubah hambatan menjadi peluang untuk membangun kembali hubungan yang
didasarkan pada akuntabilitas dan keterbukaan."

—Christine Comaford,
CEO, Mighty Ventures, dan penulis Rules for Renegades, buku laris
versi New York Times

 

"Effective Apology adalah
jenis buku yang seharusnya telah saya baca bertahun-tahun lalu . . . pedoman
terbaik dalam menggunakan serangkaian kata sederhana – Saya minta maaf –
untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberdayakan dunia kita."

—Daniel H. Pink,
penulis A Whole New Mind
 

 

PENULIS
 
JOHN
KADOR
adalah penulis produktif yang
telah menelurkan enam belas buku,
di antaranya Charles Schwab: How One Company Beat Wall Street and Reinvented
the Brokerage Industr; Net Ready: Strategies for Success in the E-conomy
(bersama John Sifonis dan Amir Hartman);
The Manager's Book of Questions:
751 Great Questions for Hiring the Best Person;
How to Ace the Brainteaser Job Interview;
dan
201 Best Questions to Ask
On Your Interview.
 
Selain
penulis, ia juga konsultan dan pembicara yang berlaku seolah setiap kata
merupakan pilihan moral. Pekerjaan utamanya mengidentifikasi dan menggambarkan
praktik-praktik terbaik dalam kepemimpinan dan mempromosikan standar tertinggi
akuntabilitas pribadi, kerendahan hati, dan transparansi. Kredo pribadinya: beda
tak selalu lebih baik, tapi yang lebih baik selalu beda.   
 
John
memulai karier menulisnya di Washington DC pada suatu agensi humas dan
periklanan berteknologi tinggi. Selama lebih dari 30 tahun, ia menjadi Kepala
Kador Communications, yang menyediakan bantuan editorial bagi puluhan klien
perusahaan dan media. Wawasan-wawasannya telah dimuat di lebih dari seratus
majalah dan surat kabar, termasuk The Chicago Tribune, Computerworld,
Working Women, dan Business to Business. Ia bahkan memiliki kolom
di Chief Executive, Registered Rep, dan Human Resources Executive.
 

Pria yang meraih gelar master
dalam Public Relation dari The American University ini kini tinggal di
Winfield, Pennsylvania, bersama istrinya Anna Beth Payne, seorang psikolog di
suatu pusat konseling universitas.
 

______________________________________
 
DATA BUKU
Judul               
: Effective Apology: Merajut Hubungan, Memulihkan
Kepercayaan
Penulis
           : John Kador

Genre             
: Self-help
Penerjemah    
: Th. Dewi Wulansari dan Kunti Saptoworini

Editor             
: Indi Aunullah

Ukuran             : 15
x 23 cm (plus flap, 9 cm)

Tebal               : 332 halaman

ISBN                
: 978-979-19974-1-6

Harga              : Rp. 69.000,-

MUNAFIK BIJAK

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard



From: syauqi yahya


Hasil kulakan :

MUNAFIK BIJAK

  

2 Face 1Sebuah media online memberitakan pernyataan artis muda yang sedang naik daun karena film-film yang dibintanginya -konon- laris di pasaran. Kata artis muda itu, ia tidak mau munafik. Seks bebas sah-sah saja asal dilakukan dengan aman.

"Kalau aman ya nggak masalah. Misalnya, si cowok disuruh pakai kondom atau pengaman. Selama itu dilakukan, silakan saja ngeseks, " kata artis yang sedang menjalin hubungan cinta dengan pria bule berkebangsaan asing itu.

Adakah yang aneh dengan pernyataan artis muda kita itu? Mungkin tidak. Karena media massa kita; koran, majalah, televisi, atau internet, sudah sangat terbiasa dengan berbagai macam tingkah polah selebriti kita. Narkoba, selingkuh, seks bebas, kawin-cerai adalah hal biasa yang dilakukan para pelaku di jagat hiburan.

Tetapi, mari kita lihat penggunaan kata munafik dalam bahasa artis kita itu!

Dalam KBBI (2004), kata munafik mempunyai dua arti. Pertama, berpura-pura percaya atau setia pada agama, tapi sebenarnya dalam hatinya tidak. Kedua, suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya.

Kita tidak tahu, apakah artis tersebut termasuk orang yang setia kepada agamanya atau tidak. Namun, apabila artis itu menyatakan diri tidak munafik, tentu ia orang yang setia kepada agamanya. Masalahnya, kalau setia, bagaimana mungkin ia setuju dengan perilaku seks bebas? Bukankah agama melarang perbuatan itu? Dalam konteks ini, pernyataan artis tersebut menjadi kontradiktif.

Mungkin artis kita itu ingin memaknai munafik dengan arti yang kedua. Karena arti kedua itulah yang memang memiliki konteks lebih tepat dengan ucapannya. Artis itu tidak mau terjebak untuk mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya. Ia ingin berkata jujur, terbuka, dan apa adanya, bahkan untuk hal-hal yang kontroversial (semacam seks bebas) sekalipun.

Agaknya, tidak keliru jika makna kata munafik dalam KKBI, oleh sebagian orang dinilai bermakna ambigu (berlawanan). Kedua makna itu menjadi benar, apabila dalam pemakaiannya, makna yang pertama dipertautkan dengan makna yang kedua. Hakikatnya, orang yang setia pada agama niscaya tidak akan mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya.

Sebaliknya, kedua makna itu berpretensi keliru bila pengertian yang pertama dan kedua tidak dipertautkan alias masing-masing berdiri sendiri. Hakikatnya, orang bebas mengatakan apa saja (agar tidak disebut munafik) sekalipun perbuatan yang telah dilakukannya melanggar kesetiaan terhadap agama. Mungkinkah demikian?

Mari kita lihat bagaimana bahasa agama memaknai kata munafik!

Kata munafik berasal dari akar kata nafaqa nifaqan yang bermakna mengadakan, mengambil bagian dalam, dan membicarakan. Munafik juga berasal dari nafiqa al -yarbu yang berarti lubang yang dibuat binatang sejenis tikus dan digunakan untuk mengelabui siapa saja yang hendak menangkapnya. (A. Haikal: 2004).

Orang munafik memiliki tanda-tanda, yakni jika bicara dusta, bila berjanji ingkar, dan andai diberi amanat berkhianat (Ensiklopedi Islam: 2000). Karena sifatnya itu, Allah menyebut orang munafik sebagai orang fasik (QS:9:67) dan mereka ditempatkan sama dengan orang-orang kafir (QS: 9:68,73,74). Bahkan begitu "istimewanya" orang munafik ini, maka ia disematkan menjadi surat tersendiri, yakni surat Al Munafiqun (QS:63). Nah lho!

Maka sungguh bijak jika kita memahami dan menggunakan kata munafik dalam bahasa keseharian dengan tidak melepaskan diri dari konteks agama. Mengapa demikian? Karena penggunaan kata munafik, kenyataannya memiliki konsekuensi yang berat di mata Tuhan. **

Ini Cara Orang Jepang Selamat dari Gempa

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard






From: Gusdur


 ----- Original Message ----- From: "Idris M" <idris_m@indonesian-aerospace.com> Sent: Tuesday, October 27, 2009 7:27 AM Subject: Ini Cara Orang Jepang Selamat dari Gempa   > Ini Cara Orang Jepang Selamat dari Gempa > > 795.000 orang, termasuk perdana menteri, ikut simulasi bencana tiap tanggal > 1 September. > > VIVAnews - Bencana gempa yang terjadi secara terus-menerus di Indonesia > seharusnya cukup untuk menyadarkan masyarakat, betapa rentannya wilayah kita > terhadap bencana. > > Kita harus lebih waspada. Tak ada salahnya kita belajar dari Jepang, negara > yang terlalu sering diguncang gempa, memiliki lebih dari 100 gunung api, dan > dihajar topan tiap tahunnya. Hidup dalam ancaman kematian adalah kodrat > masyarakat Jepang. > > Namun, mereka tak menyerah. Pengalaman menghadapi bencana dahsyat dan > kesadaran adanya ancaman gempa membuat pemerintah dan masyarakat negara > matahari terbit itu melakukan persiapan menghadapi bencana yang lebih baik > dari negara lain. > > "Jaman dulu, kondisi Jepang seperti Asia Tenggara ketika diterjang bencana," > kata Guru Besar Universitas Gunma, sekaligus kepala laboratorium penelitian > bencana, Profesor Toshitaka Katada, seperti dimuat laman Manila Bulletin. > > "Ribuan orang tewas setiap tahun. Itu terus terjadi sampai sekitar 50 tahun > lalu," tambah dia. > > Pemerintah Jepang lalu bertindak. Sejak bencana angin topan 1959 yang > menewaskan 5.000 orang, angka kematian turun menjadi ratusan dan bahkan > belasan. Perkecualian, bencana gempa di Kobe tahun  1995 yang menewaskan > 6.400 orang. > > Pasca bencana Kobe, kewaspadaan dan kesiagaan makin ditingkatkan. > "Pemerintah selalu berusaha melindungi warga dari bencana, sebagai wujud > pertanggungjawaban negara," kata dia. > > Bentuk pertanggungjawaban juga diwujudkan dengan membangun tanggul di > sungai-sungai, dan membangun tembok pelindung banjir dan longsor, bahkan > tsunami. > > Tak hanya itu, pelatihan bencana dilakukan secara serius. "Sekitar 795.000 > orang, termasuk perdana menteri, ikut dalam simulasi bencana tiap tanggal 1 > September, di hari yang sama pada tahun 1923 terjadi gempa dahsyat Kanto > yang menewaskan 140.000 orang di Tokyo," tambah Katada. > > Jepang punya sistem peringatan dini paling baik di dunia. Selain itu, > pemerintahan yang baik dan penegakan hukum juga jadi faktor krusial yang > menyelamatkan jiwa masyarakat Jepang. Maksudnya? > > "Kemungkinan kecil gedung sekolah atau rumah sakit rubuh saat gempa. Sebab, > fasilitas publik dibangun tanpa ulah nakal dan korupsi para penyelenggara > negaranya." > > Berikut cara orang Jepang menyelamatkan diri dari gempa, yang tentu saja > patut kita tiru: > > 1. Masyarakat Jepang rajin melakukan pelatihan bencana. Di dekat pintu, > mereka mempersiapkan ransel yang berisi air botolan, makanan kering atau > makanan kalengan, obat-obatan P3K, uang tunai, pakaian kering, radio, > senter, dan beberapa baterai pengganti. > > Masyarakat bisa menambahkan suplemen, kacamata, obat-obatan khusus, atau > makanan bayi dalam tas khusus mereka. Alat-alat penyelamatan gempa bahkan > dijual di supermarket. > > 2. Pelatihan menghadapi bencana dilakukan secara rutin, bahkan dijadikan > mata pelajaran khusus di sekolah-sekolah dasar. > > 3. Kekayaan Jepang sebagian diinvestasikan untuk membangun gedung dan > infrastruktur tahan gempa. Mahal memang, tapi menurut ahli, kebijakan ini > terbukti telah menyelamatkan ribuan jiwa. > > 4. Pemerintah daerah atau pemerintah lokal dilatih secara khusus untuk > mengumumkan terjadinya bencana dan melakukan evakuasi secara cepat. Mereka > juga dilatih untuk mendistribusikan makanan dan selimut di tempat-tempat > penampungan. > > 5. Masyarakat Jepang tahu mereka harus melindungi kepala dengan meja yang > kuat, agar tidak kejatuhan benda-benda keras. Lalu, di bawah lindungan meja, > itu, dengan cepat mereka mematikan aliran gas, dan memastikan pintu tetap > terbuka untuk mengurangi resiko terjebak di antara reruntuhan. > > 6. Penduduk Jepang dianjurkan menyimpan sepatu di bawah tempat tidur dan > sepeda di halaman. Sepatu untuk mengamankan kaki dari pecahan kaca. > Sedangkan sepeda adalah alat transportasi yang paling tepat saat gempa. > > 7. Masyarakat Jepang mengaktifkan peringatan gempa di telepon genggamnya. > Anak-anak di sekolah memiliki pelindung kepala tahan api di mejanya > masing-masing. Tak hanya itu, simulator gempa canggih juga digunakan untuk > membiasakan anak-anak dengan getaran gempa. > > 8. Pemerintah Jepang memastikan pusat energi nuklir dan kereta listrik akan > mati secara otomatis ketika bumi bergetar dalam batas tertentu. > . VIVAnews > > http://nasional.vivanews.com/news/read/95764-ini_cara_orang_jepang_selamat_d ari_gempa    

my RTC

Rabu, 28 Oktober 2009

Buntil

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard



From: widiarto


Makan siang ditemani buntil paling enak sedunia dr magelang,bakwan jagung,rendang tdk pedas (pesenan anakku),ama sambel trasi tegal....mmmmmm....di rumah lagi....mmmmm...


Istriku Seorang Buruh

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard



From: Budiono

Istriku Seorang Buruh

Ribut Achwandi
 
peluklah aku, istriku
karena peluhmu akan bersenyawa
dalam kasih yang terlukai
oleh kesemenaan kuasa

mari kita pikirkan bersama
bahwa besok pagi buta
kita harus bangun
dan memulai hari dengan keringat kita

lihat, anak kita
baru saja berceloteh
meski tak aku mengerti maksudnya
tapi aku tangkap makna tatapannya
bagitu dalam ia mengharap
hadirmu dan hadirku
dalam hari indah
yang ia impikan

apakah besok pagi
ketika kita berdua sama-sama
harus menerima selembar surat
dan slip gaji terakhir
tanda terima kasih
lantaran kebangkrutan kekuasaan?

apakah itu lusa nanti
ketika kita punya banyak waktu
untuk berdiskusi tentang nasib kita?

peluhku
peluhmu
adalah ketakutan kita saat ini
ketakutan tentang nasib di hari esok

Tanduk Rusa

begin:vcard
fn:soni magelang
n:;soni magelang
email;internet:hampala234@gmail.com
version:2.1
end:vcard



Ilustrasi

KOMPAS.com - Dibandingkan dengan wanita, ternyata stamina pria lebih rentan dimakan usia. Buktinya, banyak masalah terjadi seiring bertambahnya umur. Dari mulai vitalitas yang tergerus hingga beragam gangguan kesehatan yang membuat pria loyo. Selain pilihan hidup sehat, suplementasi ekstrak tanduk rusa bisa jadi solusinya.

Dibutuhkan kesadaran lebih untuk mempertahankan stamina pria dalam kualitas yang tetap terjaga. Apalagi ada beberapa faktor yang membuat kehidupan pria pada umumnya lebih rentan terhadap penyakit yang tidak langsung dapat memengaruhi vitalitas, kebugaran, serta stamina.

Beberapa  keluhan yang sering dirasakan kaum pria adalah stamina menurun, kehilangan gairah seksual dan sering mengalami problema seksual seperti disfungsi ereksi dan ejakulasi dini, infertilitas, serta gangguan buang air kecil.

Timbulnya masa!ah-masa!ah tersebut tentu mengganggu performa dan menurunkan kualitas hidup pria. Bagi pria produktif kesehatan seksual merupakan hal vital. Gangguan seksual dapat secara langsung berdampak pada kualitas hidup, rasa percaya diri, dan hubungan dengan pasangan.

Perlu pasokan
Pola makan sehat seimbang tentu menjadi pilihan utama untuk mendapatkan kualitas stamina. Asupan karbohidrat, lemak, dan protein merupakan sumber energi, sedangkan vitamin dan mineral berperan sebagai katalisator yang dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh.

Vitamin dan mineral merupakan senyawa esensial yang tidak dapat diproduksi tubuh, sehingga harus dipasok dari makanan atau suplemen.

Tubuh akan tetap sehat jika selalu mendapatkan asupan gizi yang lengkap dan berkualitas. Masalahnya makanan yang kita konsumsi telah mengalami penurunan kualitas selama proses
penyimpanan, pengawetan, dan pengolahan.

Kebiasaan yang kurang baik seperti merokok, minum alkohol, makan tidak teratur, masalah pencernaan, polusi udara, stres, serta penggunaan obat-obatan akan merusak dan mengurangi jumlah vitamin dan mineral di dalam tubuh, sehingga akan berdampak buruk pada kesehatan.

Faktor-faktor di atas menyebabkan kurang gizi dan akan memengaruhi stamina pria. Untuk itulah suplementasi dibutuhkan guna membantu tubuh tetap prima. Saat ini di pasaran tersedia banyak pilihan. Salah satunya suplementasi khusus untuk menjaga stamina pria yang dibuat dari bahan alami, tanduk rusa.

Sudah sejak lama tanduk rusa atau deer velvet telah digunakan bersama herbal lain seperti ginseng sebagai tonikum. Dalam pengobatan tradisional Cina, tanduk rusa digunakan untuk mengharmonisasikan energi yin dan yang.

Hal ini akan menyeimbangkan hormon yang diperlukan untuk meningkatkan stamina, vitalitas, serta mengembalikan energi yang hilang akibat stres serta kelelahan.

Allison David (1999) dalam bukunya, Velvet Antler (Nature's Superior Tonic), menunjukkan bahwa dalam percobaan awal pada tikus, deer velvet menunjukkan peningkatan hormon testosteron dan estrogen yang sangat berperan dalam fungsi seksual pria maupun wanita.

Tonik kaisar
Studi lain dari Betty Kamen (2003) yang ditulis dalam bukunya, The Remarkable Healing Power Velvet Antler, menyatakan bahwa penggunaan rutin ekstrak deer velvet dapat meningkatkan kadar testosteron yang berpengaruh pada peningkatan vitalitas, stamina, daya tahun, libido, ereksi, dan mengatasi disfungsi ereksi.

Deer velvet bersifat adaptogen yang cenderung memperbaiki kondisi tubuh yang kurang seimbang. Dalam Traditional Chinese Medicine (TCM), energi atau kondisi tubuh yang seimbang adalah kunci utama kesehatan termasuk kesehatan seksual.

Deer velvet
juga sudah dikenal luas untuk mengatasi impotensi, khususnya di Cina. Dr. Shi Zhi Chou, spesialis pengobatan problema seksual pria dari Dalian Traditional Chinese Medicine Hospital, mempunyai daftar 300 formula "the most effective prescription for impotence" (resep paling efektif untuk mengatasi impotensi). Deer velvet ada dalam daftar di hampir semua formula.

Di Cina, manfaat tanduk rusa sebagai suplemen telah diketahui lebih dari 2.000 tahun, dan merupakan bagian dari Chinese Medical Pharmacopoeia. Bahkan, di masa kekaisaran, tanduk rusa disebut "Tonik Kaisar". (GHS/Lalang Ken Handita)




Editor: Anna
http://m.kompas.com di m

Salah satu esei Jubir

Mas Yopie ini temanku mancing lama... Dulu pas jadi pemred Kontan
jarang banget bisa email2an, mancing apalagi.. Skarang jadi jubir
kayaknya enak.. Banyak nganggurnya.. Ini salah satu tulisannya...

Hikayat Orang Miskin Indonesia
oleh: Yopie Hidayat

Inilah kisah tentang persoalan negeri bernama Indonesia. Awal mulanya
adalah ketika pemerintahan yang sudah berumur 32 tahun mencapai puncak
kerapuhan. Para kawulanya sudah tidak percaya sehingga kejadian sepele
sekalipun sudah cukup membentuk ular antrean panjang di depan kasir
bank, untuk menarik uangnya.

Dan marilah bandingkan dengan apa yang terjadi di negeri bernama
Argentina, sekarang ini, dengan Indonesia, masa 1997-1998:

Di Argentina pemerintah langsung membekukan semua simpanan di bank.
Pokoknya bank dilarang buka. Akibatnya orang kaya yang punya uang
banyak terpukul hebat. Mereka marah ; kekayaannya hilang. Orang-orang
miskin juga marah karena uang mereka yang sedikit juga hilang. Tapi
apalah artinya menjadi sedikit lebih miskin. Penderitaan orang yang
tadinya kaya raya lalu tiba-tiba menjadi miskin tentu lebih
menyakitkan daripada penderitaan orang miskin yang menjadi sedikit
lebih miskin lagi.

Yang jelas, karena orang kayanya marah maka gerakan politik marak.
Pemerintahan berkali-kali ganti tanpa ada solusi. Sementara orang
miskin yang marah cuma bisa menjarah. Ujungnya ya sama, penjarahan dan
kekacauan merajalela sehingga menciptakan iklim, yang kemudian
menyuburkan gerakan politik. Sampai sekarang masih kacau. IMF tak
berdaya.

Indonesia lain. Pemerintah tak mau merugikan orang yang menyimpan uang
di bank, dan langsung memutuskan jadi bandar yang menalangi segala
simpanan. Ada yang namanya mekanisme penjaminan pemerintah yang
intinya adalah: pokoknya semua uang yang ada di bank, semua tagihan
apa pun yang ada di bank, berapapun jumlahnya, milik siapapun, akan
dibayar kembali oleh pemerintah.

Kebijakan Indonesia membuat orang kaya terselamatkan. Mereka senang ;
uangnya aman. Memang ada sedikit rusuh dan jarah menjarah, tapi semua
orang juga tahu kalau ada bau rekayasa tentara di balik kerusuhan dan
jarah menjarah itu..

Pada garis besarnya, orang miskin cuek bebek. Inilah cilakanya ;
mereka cuek karena tidak tahu bahwa kebijakan ini sebenarnya bisa
dirumuskan menjadi satu kalimat : 'pemerintah menyelamatkan orang kaya
dengan keringat dan air mata orang miskin.'

Jaminan Untuk Konglomerat
Mengapa demikian? Begini. Dengan adanya jaminan dari pemerintah, maka
terciptalah sebuah lubang besar bagi orang-orang kaya dan konglomerat
pemilik bank untuk mengeruk duit gratis. Mereka ramai-ramai mengaku
banknya mendapat masalah. Mereka mengaku nasabahnya ramai-ramai
menarik simpanan. Pemerintah harus menalangi, karena sudah berjanji
akan memberi jaminan atas segala tagihan yang ada di bank, siapapun
yang punya, dan berapapun jumlahnya.

Maka mengucurlah duit-duit yang disebut Bantuan Likuiditas Bank
Indonesia (BLBI). Bahkan antar pemilik bank pun bikin kongkalikong.
Dibikinlah tagihan antarbank, seolah-olah bank A punya tagihan pada
bank B. Maka ketika bank A menagih dan bank B mengaku bokek, ya
pemerintah dong yang bayar ---kan sudah ada jaminan tadi.

Inilah pesta pora bejat para orang kaya, yang nanti tagihannya akan
dibayar oleh orang-orang miskin.

Ketika keadaan reda, pemerintah menagih pada pemilik bank. "Sampeyan
harus tanggung jawab."
"Siap bapak, silakan sita aset-aset saya."

Dan aset-aset yang direlakan sepenuh hati itu aset-aset bodong karena
dari dulu para bankir menarik duit rakyat untuk bikin proyek-proyek
bodong. Selisih duitnya dikantungi. Jadi, para orang kaya bejat tadi
mendapat untung mendadak dua kali.

Pertama mereka dapat duit BLBI. Kedua mereka bisa menyelesaikan
persoalan dengan proyek-proyek bejat. Sebab pada suatu titik jelas
kalau kredit-kredit yang disalurkan secara serampangan --dan umumnya
untuk grup sendiri-- bakal macet. Mumpung keadaan lagi kacau balau,
serahkan saja semua aset bodong tadi ke pemerintah sebagai bentuk
tanggung jawab. Beres.

Lebih dari itu --atas nama upaya penyehatan bank-- pemerintah juga
mengumpulkan seluruh aset busuk di bank untuk dipool jadi satu.
Sebagai gantinya pemerintah menerbitkan surat hutang dengan janji akan
ada bunga yang akan dibayar setiap tahun. Bunga inilah yang menjadi
darah bagi bank untuk hidup.

Oke, perbankan tidak ambruk. Ekonomi tidak rusuh. Tapi, pemerintah
sekarang harus memikul aset bodong yang nilainya ditaksir tak lebih
dari 20% dari total uang yang sudah dikeluarkan.

Kembali lagi ke orang miskin, karena tagihan atas kerugian ini nanti
harus dibayar oleh orang-orang miskin. Padahal sebagian saham
bank-bank yang ditolong itu, ternyata masih dimiliki oleh orang-orang
kaya. Bedanya, dulu mereka mayoritas sekarang harus rela berbagi
dengan pemerintah..

Subsidi Orang Miskin
Waktu pun lewat dan sekarang pemerintah mulai harus menunaikan
kewajiban. Akibatnya, anggaran tersedot untuk menambal uang yang dulu
dibayarkan ke bankir-bankir itu. Bunga obligasi untuk penyelamatan
bank harus dibayar. Pemerintah terjebak sebuah masalah klasik:
kehabisan duit, tidak punya cash flow yang cukup untuk menjalankan
negara.

Solusinya: menunda membayar utang, memangkas pengeluaran yang bisa
dipangkas --subsidi minyak, anggaran kesehatan, pendidikan, dan semua
urusan yang diperlukan orang miskin-- atau mengutip jargon UUD 1945 ;
menunda proyek-proyek yang berguna untuk hajat hidup orang banyak.

Yang paling cilaka adalah semua tarif pajak kalau sebisanya digenjot
habis-habisan. Perusahaan negara diinstruksikan menaikkan penghasilan.
Jadi jangan heran kalau tarif telepon, kereta api, kapal laut, hingga
tarif berak di kakus terminal harus naik.

Kebijakan seperti ini tentu saja lebih memukul orang miskin ketimbang
si kaya. Apalagi orang kaya tadi sudah terlebih dahulu mendapat
kenikmatan dari penjaminan pemerintah, maupun pengucuran duit yang
mengatasnamakan penyelamatan bank.

Jadi, sekarang orang miskin memang makin sengsara.. Ssemua-semua jadi
mahal. Nyaris tak ada lagi penyelenggaraan jaminan sosial oleh negara
--darimana duitnya, wong pemerintahnya kesulitan cash flow).

Pajak makin digenjot tapi layanan publik makin menurun. Mari kita
lihat empat fungsi dasar

Kesehatan? Pelayanan dasar yang diberikan puskesmas makin menurun.
Orang miskin harus kian menderita dalam hal pelayanan kesehatan,
sedangkanb orang kaya tidak perduli karena mereka masih mampu mencari
dan membayar pelayanan pribadi yang kualitasnya sangat jauh lebih
baik. Yang kelas Jaguar bisa terbang ke Singapura.

Keamanan? Semua orang di kompleks, di RT, di jalan besar tentu masih
harus membayar iuran hansip atau satpam. Itupun harus rela diberikan
tanpa ada jaminan bebas rampok. Pemerintah tak punya duit untuk
mengongkosi polisi secara lebih layak. Walhasil polisinya korupsi.

Orang miskin punya cara sendiri untuk mengatasi keamanan. Ini mungkin
barbar, tapi bisa menjadi hiburan alternatif --maklum satu-satunya
hiburan paling-paling cuma nonton TV, yang lagi-lagi belum tentu sehat
karena isinya lagi-lagi kelakuan busuk orang kaya di sinetron. Cara
itu adalah membakar hidup-hidup penjahat teri yang tertangkap.

Harap maklum lagi, mereka memang tidak mengerti tentang penjahat kakap
kaya raya yang sebenarnya membuat hidup mereka sengsara seperti
sekarang ini.

Transportasi? Cobalah, naik mobil dari Jakarta ke Bandung, hancur
lebur. Minimal lima enam jam, macetnya enggak ketulungan. Kalau mau
agak nyaman bisa lewat tol, tapi ini harus bayar lagi --bukan
pemerintah yang menyediakan. Orang kaya masih mampu lah bayar tol dan
naik mobil sendiri. Coba bagaimana nasib orang miskin yang kini kian
hancur-hancuran terhimpit pelayanan transportasi publik yang kian
buruk. Nyawa menjadi kian murah.

Pendidikan? Amit-amit. Orang kaya bisa saja mengirim anaknya ke
sekolah swasta atau ke luar negeri. Yang miskin terpaksa ke sekolah
negeri yang sudah lama jadi sarang korupsi.

Nah, sudah jelas kan. Pemerintah kesulitan cash flow untuk
menyelamatkan ekonomi (baca: orang-orang kaya). Bebannya kudu dipikul
lebih berat oleh orang miskin.

Jadi, mana lebih enak solusi Argentina --semuanya jadi miskin
hancur-hancuran-- atau solusi ala Indonesia yang orang kaya makin
kaya, pejabat makin korup dan kaya, dan partai politik kian gendut
kasnya. Lantas semua itu rekening tagihan dibayar oleh orang miskin,
yang sekarangn ini untuk hidup sehari-hari saja sudah memikul beban
yang lebih berat.

Maka marilah kita pekikkan; HIDUP ORANG MISKIN INDONESIA, yang sudah
mensubsidi pejabat negara yang korup dan para orang kaya.