Jumat, 25 September 2009

Toilet Paper Wedding Gowns.

Toilet Paper Wedding Gowns.

From: hari014


Asal jangan ujan aja...

*It is hard to believe that ALL of theses wedding dresses are made from
toilet paper...But, they are!!

[image: www.FunAndFunOnly.net]

"Honourable Mention":
[image: www.FunAndFunOnly.net]

"Honourable Mention":
[image: www.FunAndFunOnly.net]

4th Place :
[image: www.FunAndFunOnly.net]

3rd Place:
[image: www.FunAndFunOnly.net]

2nd Place:
[image: www.FunAndFunOnly.net]

1st Place: (See Next 2 Photos)

[image: www.FunAndFunOnly.net]


[image: www.FunAndFunOnly.net]

Sure Hope it doesn't Rain, tho
!!<http://groups.yahoo.com/group/fun_and_fun_only>
*

OOT: Himbauan Hemat Energi

you and me

IKLAN TEMPO DOELOE

kaos

Kamis, 24 September 2009

HATI-HATI DENGAN RAZIA KENDARAAN [ APALAGI BERKENDARA SENDIRIAN]

From: anny wati

--


Ada pengalaman dari teman atas hal seperti ini, jadi sebelum kendaraan

diperiksa. Pengendara turun dari mobil dan dikunci dulu, baru dibuka manual

bagian yg mau diperiksa sama2 sambil kita perhatikan polisinya supaya tidak

dimasukkan obat terlarang kedalam mobil. Sudah periksa bagasi dikunci dulu

baru buka bagian yg lain.

Dengan demikian kemungkinan untuk polisi itu menjebak kita lebih kecil.

Semoga bermanfaat.

dear all....

kejadian ini dialami oleh papa saya [yang sebelum kejadian, selalu

memberitahu anaknya untuk hati2 dengan razia polisi] pada tanggal 10 Sept

2008, hari rabu pagi [ sekitar jam 7-an],

setelah mengantar oma
saya ke airport, menuju ke daerah jakarta,

melalui jalan daan mogot, dan di daerah jalan raya daan mogot, [anehnya

pagi2

ada razia kendaraan], ada razia disana, merasa tidak memiliki apa2 dalam

kendaraan,

dan tidak ada yang aneh, pada saat diberhentikan untuk diperiksa, papa saya

mempersilahkan 3

oknum polisi untuk diperiksa, mobil yang saat itu digunakan adalah xenia

silver, pada saat

pemeriksaan oleh 3 polisi itu, tidak ada masalah, karena memang semua nya

lengkap dan bersih, setelah dipersilahkan jalan, papa saya masuk lagi ke

mobil,
dan jalan kembali menuju arah jakarta . namun baru jalan

sebentar,ke- 3 polisi tersebut naik motornya, dan memberhentikan papa saya

lagi pada saat itu, papa saya kaget, karena tadi pas pemeriksaan tidak ada

masalah, namun, mereka bilang, :

bapak diberhentikan karena ada narkoba di kendaraan bapak',
papa saya kaget

sekali, dan langsung bilang, kalau tadi pas �pemeriksaan tidak terdapat

apa2, namun mereka bersikeras, kalau ada barang narkoba berupa pil2 di

mobil papa saya, kemudian mereka langsung menggeledah kembali,

dan mereka yang tahu letak barang tersebut, dan mereka langsung mem-foto

barang tersebut.... ..
*[pastinya pada saat pemeriksaan kendaraan, salah

satu dari mereka, menyelipkan pil2 tersebut di bawah karpet mobil] [dan

mungkin juga, karena papa saya berkendara sendirian... ......]*

sungguh aneh memang, seharusnya kalau memang ada barang tersebut, kenapa

tidak dari awal, kenapa harus jalan dulu,
kemudian diberhentikan, dan

dibilang ada barang tersebut, sungguh aneh, dan sepertinya si polisi kurang

memiliki skenario yang baik.....

namun yang namanya polisi, tetap polisi mereka mempunyai argumen nya

sendiri kemudian mereka

membawa papa saya ke kantor polisi daerah daan mogot dan dimasukkan
ke satu

ruangan kosong pada saat itu, papa saya sendiri berdebat dengan ke-3 polisi

tersebut, dan mereka mengancam, akan dimasukkan ke penjara, papa saya

bersikeras, untuk di cek darah saja, karna dia tidak pernah membawa dan

memiliki barang tersebut... namun, pada saat itu, mereka bilang, kamu

memang tidak pemakai,
'namun kamu adalah pengedar...' sungguh

keterlaluan

sekali si oknum2 ini, mereka

mengancam kalau tidak memberikan uang [ berapa lah pertamanya, namun

akhirnya menjadi 25 juta ] maka papa saya akan dimasukkan ke penjara, kalau

tidak ,silahkan panggil pengacara, namun

barang bukti dan hasil foto ada di oknum tersebut, karena tidak ingin

memiliki masalah panjang dengan mereka, dan menurut info dari orang2

apabila kena modus ini, harus pasrah saja, karna tidak akan menang lawan

mereka...... ... dengan berat hati, papa saya membayar sejumlah uang

tersebut pada hari itu juga [kalau tidak, akan dipenjara],

sekarang kami sudah mengampuni si oknum2 tersebut, bagi kami, uang segitu

yang keluar dari kami, tidak akan membuat kami berkekurangan. . dan uang yang

mereka ambil dari kami, tidak akan membuat mereka kaya.. .


saya menyerahkan semua kepada Tuhan dan saya percaya mungkin tidak

sekarang, namun pasti ada waktunya untuk mereka.

saya menceritakan ini karna banyak orang disekitar saya yang berkendara

sendiri sehari-harinya, papa saya yang laki2 saja kena dengan masalah
ini,

apalagi para pengemudi wanita, entah apa lagi

yang bisa diperbuat kepada wanita??

sip

Film hiburan dewasa

videoFrom: kornelius


selamat menonton.

uh

Selasa, 22 September 2009

boss alarm.... (funny video)

videoFrom: Haryono

GUESS HOW LUCKY YOU ARE AS COMPARE TO THOSE NUTS:

wajah-wajah

[OOT] Frank Bettger: Sukses Menjual Sebelum Berjualan

From: *malwa*

[OOT] Frank Bettger: Sukses Menjual Sebelum Berjualan
**Thanks to Mods atas approval nya :)

Rekans, Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat yaa..

Frank Bettger: Sukses Menjual Sebelum Berjualan

Pernahkah ketika sedang berjalan di mall, anda dihadang antrian sales
yang bergantian menyodorkan brosur? Atau, penjual yang terus saja
mengikuti langkah anda sambil membabi buta menawarkan suatu produk?

Apa respon anda? Kecil kemungkinan anda akan tertarik dengan produk
mereka, melirik pun tidak. Begitu juga dengan prospek anda yang sudah
jenuh dengan berbagai promosi dan iklan. Mereka sudah kebal dengan
cara-cara usang seperti itu.

Menurut Bettger, anda harus bisa sukses menjual sebelum berjualan. Lho,
belum jualan kok sudah ada yang beli? Bagaimana caranya? Fokus pada
kepentingan prospek, bukan produk anda. Tempatkan diri anda sebagai
teman, bukannya penjual.

Apakah anda sering minta saran pada teman sebelum membeli sesuatu?
Begitu juga dengan prospek anda. Jika anda berhasil memposisikan diri
sebagai teman mereka, maka anda sudah sukses menjual sebelum berjualan.

Saat itu terjadi, prospek sudah "membeli" kepercayaan pada diri anda.
Karena sebagai teman, rekomendasi anda menjadi penting dan diperlukan
sebelum mereka membeli suatu produk.

Fwd: Trs: Trs: Inside Ka'bah.....Subhanallah

From: andriweh@yahoo.co.id

fyi

salam,
ery

----- Pesan Diteruskan dari anto jazzy life4music2002@yahoo.com ----

*Assalamu 'alaikum Wr Wb*
*Berikut artikel kiriman teman kita.*
**
*Inside Ka'bah*

Saudaraku seiman, gambar ini (bagian dalam Baitullah) adalah hadiah istimewa
bagi kita semua
(terutama bagi yang belum pernah masuk atau belum pernah melihat/memiliki
gambar seperti ini).
Semoga menambah keimanan kita, aamiiin...

*Tak bosan-bosan rasanya membaca kisah ini....*
*
AIRMATA RASULULLAH SAW...*
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan
kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi..
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata
Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak
tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"
"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."


Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii,ummatii,ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

*NB:*
*Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk*
* *
*mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan** *
*Rasulnya mencintai kita.*

dokter masa kecilku

Kemaren pas nglewatin Prajenan eh malah ban mobil bocor. Eh di depan
rumah Om Wiku ada tambal ban. He3..
Ya sudah sembari nunggu ban ditambal tak foto sekalian plang namanya
Pak Boss'nya Om Wiku.

dulu sekali prakteknya di Mbayeman. Kalau masuk angin apa deman mesti
ke tempat Pak Narto ini. Ada pengalaman teman2 jg begitu? He3..

soni magelang

Anti ana ente - sebungkus nasi jinggo

From: "Toto W. Juniarto"


Anti ana ente

Anti adalah turunan dari antum anta ente kamu
Ana temen baik ente dan kadang makan bareng di warung pojok dekat terminal
Kadang ana bayarin ente tetapi ente lebih sering bayarin ana

Karena ente orangnya lebih baik dari ana dan ente lebih dermawan dari pada ana
Oleh karena itu ana sering berdoa untuk ente semoga Allah semakin
sayang sama ente
Dan ente bisa menjadi filantropi yang sukses

Tapi tahu nggak bahwa kalau Allah itu semakin sayang sama hambanya
artinya bisa semakin luas
Allah akan memberikan nikmat yang semakin banyak kepada ente dan
Allah juga mungkin akan memberikan kasih sayang yang melimpah dalam
ujian yang lebih berat

Mau?

Anti melenggang dengan gemulai di depan ana
Menebarkan bau harum kesturi yang tidak bisa terhapus dari angannya
betapapun ana berusaha melupakannya
Kegembiraan hatinya juga erat menyatu dengan harumnya diingatan indra
penciumannya yang dianugerahkan Yang Maha Mencinta
Mukanya tertunduk malu menyampaikan pesan betapa kuat iman dan
keteguhan hatinya memegang amanah dariNya
Ujung kerudung ungu melambai lambai memanggil burung albatros yang
sedang melayang di pinggiran mimpinya

Sepanjang jalan menuju majlis dzikro anti menyampikan pesan-pesan
kesalehan dari hatinya yang dipenuhi dengan syair-syair dari surga
yang dikutip dari Rumi
Para malaikat dengan amat berat hati memalingkan muka ketika anti
lewat dihadapnya, takut imannya terbang ke lorong gelap dan tidak
bersamanya lagi ketika harus bertemu Al Ghofar
Semua hati menyambutnya dengan penuh suka cita untuk sebuah kehadiran
makhluk Allah nan indah berbudi mulia

Assalamua''alikum ...... salam anti kepada para sohibatinya
Walaikummussalam warohmatullahi wabarokatuh ... ya jelita nan lembut hati
Serentak perempuan dan wanita itu menjawab salam bak suara choir di
kolosium yang dinyanyikan para penghuni pilihan jannati adn

Para malaikat cemburu melihat mereka tetapi tetap dengan kesetiannya
menghantar berita gembira kepada robbul alamin bahwa nur suci yang
diwariskan rosul terkasih telah sampai kepada kunang kunang
dibelantara gelap yang telah siap menuju roudatul jannah

Ana adalah anak kampung kelahiran jombang yang kini tinggal di
pinggiran New York
Di tepi laut nan damai suburban Miami ana memarkir beberapa butir yacht
hampir 2 minggu sekali ana duduk gelisah di kursi baris kedua private jet
Kadang Falcon Air dan tidak jarang Airliner menghartar menapaki angin
menuju London, Frankfurt atau kota kota besar dunia lainnya yang
dikuasai raja lalim tetapi tunduk kepada ana
Tentu saja gagak gagak hitam akan gagal mengejarnya bahkan sampai
ditarikan nafas terakhirnya karena kelelahan
Ana heran kenapa ana tidak mampu mentraktir ente untuk hanya sebungkus
nasi jinggo di warung pojok terminal di akhir pekan yang hectic

Tetapi ente jangan heran dan jangan marah ya kalau di New York ana
nggak pernah makan di warung pojok terminal karena di New York atau di
belahan dunia lainnya di mana biasanya jet ana mendarat tidak ana
temukan terminal
Yang ada adalah lounge, fine dine resto atau dining club dan ana
sediakan puluhan ribu poundsterling untuk bisa duduk disatu meja
dengan para kolega atau para bidadari menikmati hidangan yang biasa
disantap para raja yang menghamparkan jubah kefanaan warna keemasan
Para pelayan tidak henti hentinya menyajikan caviar atau escargot
untuk para tetamu terhormat ana
Anggur tua terbaik yang disimpan di gudang bawah tanah bagian selatan
Perancis selalu terhidang di gelas gelas kristal dari Itali
Prosesi ini akan berakhir ketika butler mengganti sprei sutra putih
setelah ana selesaikan suatu urusan
Bagian dari rutinitas jadwal bercocok tanam yang tidak bisa ana tinggalkan

Banyak hal yang ana bisa kerjakan
Banyak karib ana seperti Sadat, Arafat, Welch, Il Sung, Thak Shin,
Markell, Ka Sing, DR M atau juga Rumsfelt dan bahkan Ariel meminta
sepotong waktu dari ana
Yang ana berikan hanya beberapa patah kata surga
Dan mereka sudah lelap di ayunan rakyatnya

Ana sampaikan sesuatu kepada ente tetapi ini rahasia berdua saja dan
tidak untuk ente beritakan kepada siapapun bahkan kepada permasuri
ente terkasih.

Ada beberapa gadis surga yang selalu ada disamping ana dari waktu ke
waktu yang tidak nampak oleh ente bahkan lelaki kekar yang kadang
membawakan tas kerja ana juga tak tahu
Kulit kulit mereka selalu bersih berbau harum dan seputih susu
Rambutnya terjuntai hitam atau blondy panjang berkilau cahaya langit
dan bila ada seekor lalat berani hinggap pasti akan terpeleset jatuh
ke comberan
Pandangan matanya dan kata katanya membuat ana mampu melempar bulan ke
sisi lain galaksi bimasakti dalam sekejap
Bisikan dan belaiannya akan membuat ana terbang ke langit ke tiga belas
Sekali lagi
Sekali lagi
Kapanpun ana perlukan

Akhir pekan yang akan datang ana traktir ente makan di warung pojok
terminal tetapi ente ajarin ana bagaimana ente bisa berada di surga.

Dhuha, 9 Ramadhan 1430H

Toto W. Juniarto

senja

Senin, 21 September 2009

Rokok

From: *Wahyu IP*


Mati Ngerokok


Semasa belajar di Mesir, Gus Dur punya teman asal Aceh, namanya
Yas. Kamar mereka bersebelahan. Orang ini, tutur Gus Dur,
betul-betul perokok berat. Ke mana pun dia pergi, pasti di
kantongnya selalu terselip dua bungkus rokok.

Satu sudah dibuka, satu lagi buat cadangan. "Bagi dia, ngerokok
itu jangan sampai ketelatan," tutur Gus Dur. "Makanya si Yas
selalu bawa dua bungkus."

Saking sayangnya pada temannya ini, Gus Dur menasihatinya, "Yas,
apa kamu enggak pernah baca tulisan di majalah bahwa tiap batang
rokok itu bisa memendekkan umur 30 detik."

"Saya belum baca," sahut Yas.

"Lho kamu ini gimana. Sekarang coba hitung, sudah berapa ribu
batang yang kamu habiskan. Sudah berapa tahun umurmu diperpendek
oleh rokok itu."

Sambil menyulut sebatang lagi, Bung Yas menimpali, "Ya, tapi kalau
saya enggak merokok, besok saya bisa mati."
(ahm)

Bunda, Tolong.......

From: LILIS


Bunda, Tolong....
Oleh Ineu


sumber: eramuslim.com
-------------
"Masya Allah.40, 5 derajat!" rasanya tak percaya ketika kulihat alat
pengukur suhu yang barusan kukempitkan di sela-sela ketiak si sulung.
Matanya menatapku dengan sorot sayu padahal belum lama berselang mata
itu masih berbinar-binar ceria diiringi senyum penuh rasa bangga
manakala menunjukkan kepadaku sebuah kreasinya menyusun balok-balok
kayu membentuk kereta api.

"Bunda, aku ingin tidur" suara si sulung tiba-tiba mengagetkanku.

"Ya, nak sayang, tidur ya? Bunda kompresin keningmu dengan air ya?"
kataku sambil memeras handukyang telah dicelupkan ke dalam air.

Ia mengangguk lemah. Beberapa detik kemudian handuk kecil itu telah
berada di atas keningnya. Ia tersenyum seolah ingin mengucapkan
terimakasih. Aku membalas senyumnya dan membisikkan padanya bahwa ia
kuat dan akan segera sembuh. Lagi-lagi ia tersenyum dan mengangguk
padahal panasnya masih belum turun.

Setelah memastikan bahwa ia bisa kutinggal, aku berniat ke dapur
untuk membuat bubur serta sup untuk ia makan. Baru saja kulangkahkaan
kaki menuju pintu kamar, ia memanggilku.

"Bunda, tolong bacakan Al-Hafithah!"

Sejenak kutertegun dan sejurus kemudian berbalik dan kembali
mendekatinya. Si sulung dengan mata terpejam masih terus menyebutkan
permintaannya berulang-ulang dengan suara lemah.

"Ya sayang, Bunda akan bacakan." Kugenggam tangan mungil yang panas
itu. Pelan kubacakan surat Al-Fathihah yang masih sering keliru ia
sebut menjadi al-Hafithah. Mata yang terpejam itu tiba-tiba
mengeluarkan bulir-bulir kristal.

Aku segera bertanya padanya, "ada yang sakit, Nak?"

Ia hanya menggeleng lalu berucap lemah tetap dengan mata terpejam.

"Noch mal (ulangi lagi) Bunda!" pintanya.

Kubacakan lagi surat Al-Fatihah dengan penuh penghayatan. Kutatap
wajahnya yang berpeluh keringat itu menyunggingkan senyum dan tetap
dalam keadaan terpejam. Lalu bulir-bulir kristal dari matanya mengalir
lagi. Menyaksikan hal itu, hatiku jadi menggigil dan suaraku bergetar
saat membaca surat Al-Qur'an yang diinginkannya itu. Sepenuh perasaan
kubacakan berulang-ulang padanya dan bulir-bulir kristal itu tak kuasa
kubendung.

"Sekarang tolong Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, Bunda!" pintanya dengan mata
tetap terpejam.

Sekalipun kaget, tetap kupenuhi lagi permintaannya itu. Membaca
berulang-ulang di antara deraian air mata dan getar suaraku.

"Bunda, tolong sekarang nyanyikan lagu doa untuk ayah bunda!" pintanya lagi.
Aku terdiam, menata gemuruh di hatiku.

"Ayo Bunda, tolong!" kali ini ia meminta dengan suara memelas.

Akhirnya aku pun bernyanyi, mendendangkan sebuah lagu yang
belakangan ini sangat disukainya. Sebenarnya lagu itu sebuah lirik doa
untuk orangtua yang sedikit kugubah ketika ingin mengajari ia dan
adiknya menghapal doa-doa. Tak disangka, sejak itu ia selalu
menyanyikan lagu tersebut kapan dan di mana saja ia suka.

Dengan mata yang masih terpejam, ia ikut bersenandung pelan, "Ya Allah,
ampuni Abang Adik..juga Ayah Bunda Abang Adik. Kasihi mereka.bagai mereka
sayang Abang Adik."

Bibir mungilnya terus bergerak-gerak, melengkungkan sebentuk senyum
tiap di akhir lagu. Sementara itu batinku gerimis dan air mata terus
mengalir tak tertahankan.

"Bunda, tolong jangan sedih!" pintanya, padahal matanya terpejam.
Bagaimana ia bisa tahu kalau aku sedih padahal saat itu matanya
terpejam terus hingga aku merasa leluasa menangis di hadapannya.

"Iya sayang, Bunda tidak sedih. Bunda senang mendengarmu menyanyi." Ujarku
sambil mengusap air mata.

Ya Allah, ia yang baru berusia tiga tahun dapat sedemikian tenang
menghadapi sakit yang tiba-tiba datang. Tidak ada keluhan terlontar,
yang ada malah keinginan mengingat Engkau Ya Allah, lewat
firman-firmanMu yang kubacakan. Ia juga masih sempat mengingat untuk
mendoakan kami sekalipun dalam bentuk lagu. Benar-benar sebuah
pelajaran yang teramat berharga bagiku.
----------------------------------
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang
Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al
Baqarah : 45 ]

Membincangkan Kematian

From: dewanto


Yogyakarta, Sabtu 19 Juli 2008 pukul 07.30 WIB.

Pagi itu, bekas kosan saya yang lama, di Jogja sana disibukkan oleh
meninggalnya Ibu kos. Ya, meninggal. Peristiwa sederhana lepasnya nyawa
dari tubuh. Meninggalkan tubuh dalam ketakberdayaan, tak kuasa untuk
sekedar memompa jantung, menghela nafas, mengedipkan mata. Entah, ke mana
perginya nyawa. Apakah masuk di alam kubur? Mungkinkah di sisi Tuhan? Atau
menyatu dengan semesta untuk kemudian menjadi pohon, menjadi serangga? Tak
tahu saya jawabnya, silakan Anda kembali kepada kepercayaan Anda
masing-masing.

Usianya masih bisa dibilang muda, baru 44 tahun. Tetapi maut, tidaklah
pernah memandang usia. Maut bekerja tidak pandang bulu. Biarpun muda tak
hirau tua, bila memang sudah tiba saatnya tak ada yang bisa menghindar
atau menundanya barang sekedipan mata. Penyebab kematian sendiri, bisa
beraneka ragam. Kasus Ibu kos saya itu, disinyalir karena terlalu capek
bermain badminton dua malam berturut-turut. Tubuhnya yang tambun mungkin
telah membuat lemah jantungya, membuatnya lelah dan berhenti berdegup.

Tak ada tangis dari saya, meskipun bisa dibilang saya sangat dekat dengan
beliau, saat saya masih kos dulu. Tak jua ada air mata saat Kakek dan
Nenek dahulu meninggal. Entahlah, apakah saya tak punya nurani? Ataukah
saya menganggap kematian sebagai sebuah hal yang perlu agar kehidupan
terus berjalan (Komik Budha)?

Tetapi, saat saya bertemu dengan putra dan putri beliau yang seumuran
dengan adik-adik saya dan sudah menganggap mereka seperti adik. Saat
menatap mereka satu demi satu, melihat ke matanya yang sembab. Ada
perasaan sedih luar biasa, seperti sebuah kehilangan, sebentuk
kekhawatiran. Pertanyaan, bagaimana mereka akan menjalani kehidupan mereka
yang terus berjalan, tanpa Ibu di sisinya? Tak ada yang bisa saya lakukan,
hanya berdiam diri di sana, menyalami satu demi satu dengan lidah yang
kelu.

Kematian, selalu sebuah garis akhir untuk kehidupan seseorang. Di saat
yang sama, kematian menandai sebuah awal untuk kehidupan-kehidupan yang
lain.
Kehidupan adalah perjalanan pulang. Laksana pulangnya seruling ke rumpun
bambu, seperti tertera dalam sajak-sajak Rumi. Kematian adalah pintu,
sebelum kita memasuki rumah-rumah keabadian. Sudahkah oleh-oleh disiapkan?
Sudahkah cerita dirangkai saat ini untuk dibagi kelak di sana?

Budha menyepi dan tenggelam dalam perenungan yang agung. Budha ingin lepas
dari penderitaan manusia dari sakit, dari kematian. Sampai akhirnya Budha
menemukan pencerahan di bawah Pohon Bodhi. Gede Prama menuliskan "Apa yang
ditakuti manusia sebagai kematian, ia sesederhana daun jatuh dari
rantingnya".

Saya tidak tahu, bagaimana persisnya rasa kematian itu. Benarkah seperti
daun jatuh dari ranting, melayang-layang kemudian jatuh di tanah. Menjadi
humus, dihisap akar, menjadi rumput, dimakan kambing dan seterusnya,
sehingga menjadi sebuah siklus?

Mati, mengingatnya menjadi perlu. Agar detik demi detik kehidupan
dihargai. Mengingat mati menjadikan kita sadar ada orang tua yang akan
kehilangan. Ada istri yang akan bersedih dan berduka cita. Ada anak yang
kehilangan pegangan. Ada sahabat yang bersedih, handai taulan yang
kerepotan?

Di film seri Smallville semalam, Lex Luthor begitu takut ditinggalkan.
Memang nyatanya orang-orang yang dekat dengan Lex pergi meninggalkannya
satu demi satu. Di tengah kesendiriannya dia menciptakan seorang adik
-Julian- hanya bermodalkan DNA. Julian, malah berhasil mencuri hati ayah
Lex, hal yang selama ini tidak bisa dilakukan Lex. Kecemburuan yang
memuncak menjadikannya gelap mata, dibunuhnya Julian tepat di hadapan
Luthor Sr. Entah bagaimana memaknai peristiwa ini. Satu hal yang jelas,
Luthor Sr begitu kehilangan Julian, senangkah Lex, bila ternyata ia
kembali ditinggalkan?

Dalam 7 habit-nya, Stephen Covey menyinggung tentang kematian. Cobalah
bayangkan saat-saat kematian kita. Di sebuah gereja, saat requiem
dilakukan dan orang-orang yang kita kenal memberikan kesaksian kehidupan
kita. Sebuah kesaksian seperti apa persisnya yang kita harapkan saat kita
dikenang pada detik itu?

Dalam perjalan pulang ini, kita merangkai kata menjadi sebuah cerita.
Bahagia ataukah duka yang menanti di sana masih berupa sebentuk tanya.
Banyak rambu ditemui selama perjalanan, tak jarang tersesat untuk kemudian
putar balik di jalur yang benar. Sebentuk pelajaran, menjadi catatan agar
generasi yang akan datang bisa memetik hikmah dan makna.

Sebuah tulisan dari blog lama "Pernahkah Anda mendengar tentang mestia?
Upacara pengorbanan, istri-istri Raja di Bali yang membakar diri, moksa
bersama kekasihnya? Pun, budaya pagan di Eropa yang menyambut kematian
sebagai sebuah perayaan? Mereka menghadapi kematian dengan senyuman." Saya
ingin memberikan link sumber cerita mestia dan budaya di Eropa itu, sayang
kini telah menjadi mantan-bloger "kapan nge-blog lagi, Mas?"

Beranikah Anda mendeklarasikan kematian seperti Einstein melakukannya?
Beliau berkata "Aku akan pergi jika aku menghendakinya. Merupakan suatu
hal yang tak bermakna sama sekali jika aku memperpanjang kehidupan secara
artifisial. Aku telah mengerjakan bagianku, dan sudah saatnya untuk pergi.
Aku akan melakukannya secara elegan."

Yogyakarta, Sabtu 19 Juli 2008 pukul 15.30 WIB.

Jenazah sudah dimasukkan di liang lahat, berpakaian kain kafan,
berbantalkan tanah yang dibentuk kotak-kotak. Beberapa batangan bambu
diletakkan di atas jenazah, sebelum tanah diuruk nantinya. Selepas urukan
tanah dibentuk menjadi gundukan-gundukan kuburan, satu per satu pelayat
meninggalkan kompleks makam.

"Paman, saya takut..." gumam ponakan saya

Tak ada jawaban dari saya, tak ada yang bisa saya lakukan. Saya masih
belum berani untuk mendeklarasikan keberanian menghadapi maut. Tak juga
begitu takut karena berharap akan pertemuan denganNya, karena akan pulang.
Saya bimbang dalam tanya, tetapi masih cukup mampu untuk mengulurkan
tangan menggandeng ponakan saya.

...senandung Megatruh di kejauhan, dan bunga-bunga kamboja berguguran...

_______________________________________

Tulisan ini, baru saja saya posting di blog saya. Linknya di sini :
http://unclegoop.com/2008/07/25/membincangkan-kematian/
Sekedar memperluas pembaca saja, sekaligus juga memudahkan bagi yang tidak
ingin repot bermain-main ke sana.
Harapannya tentu, ada tanggapan, kritik dan pendapat lain yang mungkin
bisa membangun dan dapat berguna bagi saya
Komentar bisa dituliskan di sini, atau mungkin di blog juga boleh :D
Demikian, semoga berkenan

dokter masa kecilku

Kemaren pas nglewatin Prajenan eh malah ban mobil bocor. Eh di depan
rumah Om Wiku ada tambal ban. He3..
Ya sudah sembari nunggu ban ditambal tak foto sekalian plang namanya
Pak Boss'nya Om Wiku.

dulu sekali prakteknya di Mbayeman. Kalau masuk angin apa deman mesti
ke tempat Pak Narto ini. Ada pengalaman teman2 jg begitu? He3..

elephant

helm

Japri dari seorang anggota milis

Ada yg bisa meng klarifikasi ini foto siapa?

sate

Jumat, 18 September 2009

sambel lentog ala klaten

Kalo mas nDon sukanya sambel tumpang dari tempe semangit.. Nah yg dari
klaten ada sambel lentog yg terbuat dari tempe semangit juga.. Ini
bikinan mertua saya.. Tp saya ga doyan.. Mosok tempe sangit dimakan
ha3... Ini tempenya diuleg agak halus dan makannya ala bumbu pecel
pake sayuran rebus (kangkung, bayem, tauge dll).

mohon maaf lahir batini ala pemancing

jasadku adalah setitik air mani dan segumpal tanah tak berarti
agar bernilai maka ditiuplah ruh suci

akan tetapi hari hari harus dilewati

ruh suci itu menjelma menjadi jiwa dengan dosa terlumuri
karena antara jiwa dan hati nurani tidak saling mengisi
banyak langkah, kata, raba, mata, dan telinga yang mati
walaupun 5 kali berbasuh bersuci
tetap saja sering tidak berarti

jiwaku ingin kembali fitri
kalau nanti mati menuju jannati
semoga engkaupun se arti

oleh karena itu aku sendiri akan memberikan maaf lebih dini
kepada saudara saudari sehamparan negeri
tetapi jangan lupa juga berikan maaf untuk diri ini

semoga jiwa jiwa ini betul betul fitri
kalau kalau janatti
mengundang kita untuk datang hari ini

selamat hari raya idul fitri
empat belas tiga puluh hijriati

mohon maaf lahir batini

Kamis, 17 September 2009

rajin

mpok

kucing

===-.... BUAT PRIA JATUH CINTA ....-===

===-.... BUAT PRIA JATUH CINTA ....-===

===-.... 12 jurus mengenal wanita ....-===

"kenapa gini ... ?
kenapa gak begitu ... ?"

Info ini bisa menjadi masukan tambahan, khususnya bagi mereka yang
kebetulan belum menikah, atau mungkin yang ingin menikah dan agak kaku
dengan kaum Hawa ... ....

Catatan: Efektifitas jurus diluar tanggung jawab kontributor artikel
... hi hi hi D

1. Ketika cewek diam, berarti banyak hal yang sedang dipikirkannya.
2. Ketika cewek lagi tidak minat debat, berarti dia sedang berpikir
dalam-dalam.
3. Ketika cewek melihat kamu dengan tatapan penuh tanya, berarti dia
sedang berpikir berapa lama lagi kamu akan berada disekitarnya.
4. Ketika cewek menjawab kamu: "Saya baik-baik saja" setelah
beberapa detik, berarti dia tidak sepenuhnya baik.
5. Ketika seorang wanita menatap kamu, berarti dia sedang
bertanya-tanya mengapa kamu berdusta kepadanya.
6. Ketika seorang wanita meletakkan tangannya di dada kamu, berarti
dia menginginkan kamu selamanya
7. Ketika cewek telepon kamu setiap hari, berarti dia sedang
mencari perhatian.
8. Ketika cewek mau ketemu kamu setiap hari, berarti dia mau dimanjakan.
9. Ketika cewek sering meng-sms kamu setiap hari, berarti dia
berharap sms-nya dijawab, biar cuma sekali.
10. Ketika cewek bilang "I LOVE U" ... 8O !!, berarti dia sedang jujur.
11. Ketika cewek mengatakan: "Aku tidak bisa hidup tanpamu", berarti
dia telah memutuskan untuk menjadikan kamu pasangan bagi masa depannya.
12. Ketika cewek bilang "Aku rindu kamu", berarti tak ada seorangpun
yang lebih jujur darinya (saat itu).
--------------------

panorama di p.sanghyang

Mudah2an bisa kesitu lagi