Sabtu, 28 Februari 2009

Peta Trans Jakarta





---------- Forwarded message ----------
From: Suhardono AR

Barangkali ada yang membutuhkan peta ini.

Orang Terampil tidak Menganggur




---------- Forwarded message ----------
From: Suhardono AR

Yen wingi ngomongke ITB, saiki tak manas-manasi cah UGM wae ah.  *kompor mode on*
 
Lalu saya mendapat lamaran kerja dari lulusan FISIP UGM atas rekomendasi teman saya untuk membantu dia. Saya tidak bohong, orangnya masih ada di sini, IPK-nya 3,25. Saya bilang, datang saja. Datanglah dia. Saya bilang, ''Waduh, Anda tamatan UGM, kamu mau dijadikan apa di sini? Di sini kabag pendidikan memang sarjana, tapi kamu engga mengerti komputer, engga mengerti adminsitrasi pendidikan, dll. Tapi, okelah saya mau terima Anda dengan ijazah SMA, mau engga?'' Jawabnya, ''Bolehlah, saya sudah menganggur dua tahun''.  (HM Syahrial Yusuf, LP3I).
 
Rabu, 18 Februari 2009 pukul 14:28:00

Syahrial Yusuf, Pendiri LP3I`Orang Terampil tidak Menganggur`


 
Sosok HM Syahrial Yusuf namanya melekat pada citra sukses Lembaga Pendidikan dan Pengem bangan Profesi Indonesia (LP3I). Pria asal Labuhan Batu, Sumatra Utara, ini adalah pemilik sekaligus pendiri LP3I yang menjadi pelopor pendidikan link and match antara dunia pendidikan dan usaha di Indonesia. Sebagain besar lulusannya mudah terserap dunia kerja. Menjelang shalat Jumat (13/2), wartawan Republika, Asep K Nur Zaman dan fotografer Amin Madani, mewawancarainya di kampus LP3I, Gedung Sentra Kramat, Senen, Jakarta Pusat:


Apa di antara yang paling dibutuhkan rakyat Indonesia hari ini?

Pendidikan yang berkualitas. Selama ini dunia pendidikan kita penuh eksperimen, yang semuanya salah kaprah dan kebijakannya fatamorgana. Tidak pernah pemerintah membuat kebijakan pendidikan yang radikal dan fundamental, yang mengakar terhadap masalah pembangunan Indonesia.

Yang luput dari perhatian sistem pendidikan kita?
Ada dua sumber daya alam dahsyat, namun tidak pernah kita gali dengan sistem pendidikan yang serius: kelautan dan pertanian. Berapa puluh juta hektare tanah menganggur yang dimiliki Indonesia. Berapa potensi laut yang hari ini engga diambil oleh kita, malah dicuri oleh negara lain. Ini karena konsep pembangunan dan pendidikan kita itu orientasinya model Benua Amerika yang laut dan hutannya sedikit. Mestinya pendidikan kita melahirkan sarjana yang 10 persennya ahli kelautan. Karena, dua pertiga wilayah kita berupa laut, kita cetak sarjana yang mencintai laut, hobi di laut. Tapi, tidak ada konsep pendidikan dan pengarahannya ke sana.

Saya pergi dari desa dan menjadi sarjana ekonomi karena sistem yang terjadi. Kalau waktu itu ada tes masuk fakultas kelautan, diajari nangkap ikan, apalagi dapat beasiswa, mungkin saya masuk ke sana. Kemudian, saya jadi sarjana ahli nangkap ikan dan mengekspornya. Begitu juga pertanian. Insinyur pertanian kita mencontoh gaya-gaya ekonomi di sana (AS), sehingga tidak cinta dengan petani itu sendiri. Maka, ketika tamat menjadi insinyur pertanian, mereka tidak bertani ke desa.

Mereka engga percaya diri, takut dibilang kampungan kalau pulang ke desa. Itu karena kita salah dalam dasar konsepsi pendidikan. Harus ada dong kurikulum yang membuat bangga menjadi insinyur pertanian. Sekarang ini sebaliknya, insinyur pertanian tidak bangga untuk menjadi petani. Padahal, mestinya dia bisa mengolah lahan pertanian dan lebih berhasil karena memiliki pengetahuan teknologi.

Apa masalah besar dari desain pendidikan kita?
Jelas ada dua orang yang salah. Pertama, presiden. Kedua, menteri pendidikan. Presiden yang kita banggakan, Pak Harto, mestinya menteri pendidikannya benar pada waktu itu. Pak Harto engga paham dengan masalah ini, mestinya menteri pendidikan yang paham. Tapi, yang diangkat sembarangan, tidak punya wawasan tentang desain pendidikan. Pak Daud Yusuf diangkat gara-gara kepentingan untuk membuat mahasiswa tidak ributribut dan demo. Lahirlah kebijakan depolitisasi mahasiswa. Sekarang, yang jadi menteri untuk ngapain? Mengamankan hura-hura politik.

Kini lahir Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP). Pendapat Anda?

Ini malah gendeng bin gendeng. Ada dua temen rektor saya terkejut. Saya tidak tahu persis angkanya, tapi bikin UU BHP biayanya disebut-sebut ratusan miliar rupiah. Buang-buang duit begitu buat apa? Seluruh Indonesia dibikin pusing. Kita (para rektor) lalu diajaklah rapat sosialisasi BHP, yaitu tentang apa itu BHP, bagaimana dampaknya terhadap bisnis pendidikan, dan seterusnya.

Semua itu apa? Kulit dunia pendidikan! Ari-ari kecil, bukan isi dunia pendidikan! Masalah pendidikan bukan di BHP, tapi di kualitas. Isi pendidikan adalah kurikulum dengan strategi orientasinya sesuai potensi alam dan kebutuhan dunia kerja, bagaimana supaya bisa bersaing di dunia kerja, itu yang mestinya dipikirkan dalam konsep pendidikan kita.

Jadi, UU BHP itu lupa pada kualitas dan reorientasi pendidikan?
Iya. Saat ini para rektor, dengan melibatkan sejumlah stafnya, sibuk membahas BHP. Mereka bukannya membahas substansi pendidikan supaya bisa nge-link ke dunia kerja, nge-link ke  dunia internasional, dan seterusnya.Pembahasan BHP ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bisa jadi perdebatan panjang yang tidak selesai dalam tiga tahun. Padahal, baru saja kita melakukan perubahan berdasarkan undang-undang yayasan, eh sekarang dihantam UU BHP. Mohon maaf, menurut saya, ini rekayasa saja supaya Indonesia tetap jelek dunia pendidikannya. Dan, kita terjebak. Jangan-jangan pendidikan kita menggunakan konsultan asing lagi.

LP3I yang didirikan sebagai bentuk protes Syahrial terhadap sistem pendidikan pada era 1980-an, saat ini telah beranak pinak menjadi lebih 100 cabang di seluruh Indonesia. LP3I pun berkembang dari hanya lembaga pendidikan setingkat kursus menjadi pendidikan tinggi, dengan spesifikasi yang berbeda satu sama lain, yaitu, LP3I Business College, LP3I Technology College, LP3I Course Centre, dan Politeknik LP3I.

Apa mimpi Anda ketika mendirikan LP3I 20 tahun lalu?

Ini adalah bagian dari aktivitas saya sebagai mahasiswa Unpad. Kebetulan skripsi saya menganalisis pengangguran di Indonesia: Mengapa terjadi dan bagaimana mengatasinya? Saya menemukan faktor yang paling dominan adalah pendidikan.

Saya bikin LP3I juga bagian dari protes saya terhadap konsep pendidikan pada masa 1989. Di mata saya, ngapain  orang sekolah kok menganggur? Sekolah tapi engga punya skill? Maka, saya ramu pendidikan dengan gaya sendiri. Saya buktikan bahwa tamatan LP3I dididik dua tahun lalu bisa bekerja. Malah pertama, saya bikin satu tahun pendidikan bisa kerja. Hasil penelitian saya, orang terampil tidak akan menganggur atau yang menganggur itu orang bodoh. Yang kuat imannya juga engga menganggur. Jadi, iman dan ilmu harus digabungkan.

Bagaimana strateginya untuk bisa memberi garansi seperti itu?
Kita cari tahu, apa yangpaling dibutuhkan dunia kerja? Bahasa Inggris, komputer, atau akuntansi. Itu tuntutan pada 1989 dan belum berubah sampai sekarang. Orang fasih bahasa Inggris, opersional komputer, dan akuntasi tidak ada yang menganggur. Dari perusahaan ada yang telepon saya minta dicarikan tenaga kerja, ''Yang penting bisa bahasa Inggris dan komputer,'' katanya. Ngomongnya begitu doang. Ini kenyataan pasar kerja.

Apakah dibantu lobi khusus ke perusahan supaya lulusan LP3I mendapat kesempatan kerja?
O iya. Itu bagian dari kerja saya. Jadi bagi Anda, lembaga pendidikan tidak boleh tinggal diam terhadap nasib lulusannya?
Itu yang mestinya dibikin SK-nya oleh menteri, biar orang engga berlomba-lomba ingin jadi rektor jika tidak punya goal setting atau target kerja. Tapi, tidak adanya goal setting terjadi di semua lini, termasuk menteri. Apa sih target menteri dalam dunia pendidikan? Paling yang diomongin itu-itu saja, seperti mengatasi buta huruf atau sekolah gratis. Padahal, kepala daerah pun pada ngomong itu juga. Jadi, itu bukan harusnya diomongin meteri.

Apa yang harus jadi goal setting seorang menteri?
Menteri itu harus menjalankan fungsi owner. Jangan bodohi masyarakatlah. Dunia pendidikan hari ini mengibuli masyarakat. Membohongi rakyat desa, dengan menerima pendidikan mahasiswa untuk dijadikan sarjana menganggur. Dalam hal ini, mana peduli rektor, menteri pun engga peduli. Sarjana hukum hanya 10 persen yang kerja. FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) ada di UGM, Unpad, dan di mana-mana. Sepengetahuan saya, mahasiswa FISIP itu katanya belajar bagaimana mengelola negara, jadi kalau tamat bisa jadi camat atau staf pemda.

Eh, pemerintah juga bikin STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) untuk mengisi ruang kerja di pemerintahan. Padahal, tamatan FISIP harusnya juga jadi pegawai negeri toh?Tapi, apa bener rasio produksi lulusan FISIP sama dengan penerimaan pegawai negeri? Orang sampai botak belajar dan jual tanah untuk membiayai kuliah, tapi begitu tamat tidak diterima melamar jadi PNS (pegawai negeri sipil). Mau masuk swasta, mana bisa, sebab ilmu yang didapatnya tentang pengelolaan negara. Depnakertrans malah pernah nelepon saya, membutuhkan seorang sekretaris yang fasih bahasa Korea dengan gaji 3.000 dolar AS (Rp 30 juta).

Lalu saya mendapat lamaran kerja dari lulusan FISIP UGM atas rekomendasi teman saya untuk membantu dia. Saya tidak bohong, orangnya masih ada di sini, IPK-nya 3,25. Saya bilang, datang saja. Datanglah dia. Saya bilang, ''Waduh, Anda tamatan UGM, kamu mau dijadikan apa di sini? Di sini kabag pendidikan memang sarjana, tapi kamu engga mengerti komputer, engga mengerti adminsitrasi pendidikan, dll. Tapi, okelah saya mau terima Anda dengan ijazah SMA, mau engga?'' Jawabnya, ''Bolehlah, saya sudah menganggur dua tahun''.

Itu contoh kasus. Artinya, berapa banyak uang dan pikiran dibuang negara ini, kemudian sarjana yang kepala sampai botak tapi teks book, ilmunya tidak bia diaplikasikan. Tidak berguna. Jadi, apakah menteri pendidikan berpikir tentang produksi pendidikan dikaitkan dengan kebutuhan kerja,  apalagi perusahaan asing? Engga ada.Kepalanya engga ada isinya. Ini yang membuat dunia pendidikan kita hancur-hancuran.

Syahrial juga seorang pengusaha yang menekuni berbagai bidang usaha. Wakil Ketua Komite Eksekutif Tetap bidang Otonomi Regional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) ini, selain bergabung di Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), juga masih menyempatkan diri membina beberapa lembaga keagamaan, seperti Yayasan Arrahman. Ia juga meng angkat ratusan anak asuh dari kalangan anak yatim dan fakir miskin. Di samping itu, turut aktif dalam usaha dakwah Islam ke masyarakat di berbagai pelosok Nusantara.

Ketika krisis ekonomi terjadi pada 1998 dan angka pengangguran melonjak, bagaimana nasib garansi kerja bagi lulusan LP3I?
Direktur Pengembangan Penempatan Kerja kami, Aan Abu Hasan, sempat ketakutan. Waktu itu terjadi PHK besar-besaran. Ternyata, LP3I malah tertinggi penempatannya pada 1998 sampai 2001.

Bagamaina itu bisa terjadi?
Karena, yang dipecat itu umumnya adalah orang-orang yang engga terampil. Jadi, ada seleksi dalam proses PHK di perusahaan itu. Hanya pegawai terampil yang diterima dan bertahan.

Menghadapi dampak krisis global yang dipekirakan akan terjadi PHK masal pada tahun ini, apa jurus yang digunakan?
Mudah-mudah kita seperti pada krisis 1998. Tapi, tentunya kita melakukan terobosan baru dan peningkatan kualitas lulusan sehingga industri tidak ragu pada kita. Hari ini ada lebih dari 100 perusahaan yang terus booking tenaga kerja terampil dari kita.

Kunci dari semua terobosan yang Anda lakukan?

Tingkatkan iman dan ilmu. Janji Allah pasti, orang beriman dan berlimu pasti ditolong Allah.

Bagaimana membuat asbab-nya, adakah kurikulum khusus yang diciptakan ketika menghadapi krisis?
Dulu kita kurang memikirkan imannya, sekarang ini ditinggikan. Pengaruhnya besar sekali. Perusahaan butuh sekali lulusan LP3I yang jujur, baik, disiplin, engga aneh-aneh, dan bisa dipercaya. Itu semua efek dari iman. Orang yang korupsi di mana pun kan orang yang imannya rendah atau malah tidak beriman.

Seperti apa metode pendidikan iman di LP3I?
Di kampus-kampus lain orang belajar agama di kelas dan duduk di kursi. Waktu saya di Unpad, belajar agama dalam satu kelas 110 orang dengan satu dosen yang berdiri dan bicara di depan kelas. Apakah iman kita menjadi naik? (Syahrial menggelengkan kepala). Sebab, orang belajar agama untuk mendapatkan nilai akademik.  Tapi, kami engga begitu. Di sinibelajar agama di masjid, duduk di bawah (lantai). Satu mentor cuma untuk 15 orang. Jauh sekali bedanya. Iman pun teras naik, karena motifnya bukan semata-mata untuk mengejar nilai akademik.


BIODATA:

Nama : HM Syahrial Yusuf, SE, MBA, MM
Lahir : Labuhan Batu, 29 Maret 1963

Jabatan:
œ Komisaris Utama PT Nusa Groupindo
œ Komisaris Utama LP3I (Pendiri)
œ Ketua STIAMI
œ Ketua Dewan Pendiri Ar Rahman Foundation
œ Presiden Komisaris C.E.L
œ Ketua Dewan Pembina Universitas UI Azzahra

Pendidikan:
œ Sekolah Dasar Pertamina Unit I,
Aceh Timur (1976)
œ Sekolah Menengah Pertamina Unit I, Aceh
Timur (1979)
œ Sekolah Menengah Atas Negeri VIII, Bandung
(1982)
œ Sarjana Ekonomi Universitas Padjadjaran
(Unpad), Bandung (1987)
œ Master Of Business Administration, University
Of Amsterdam (1997)
œ Magister Management Univ. Satyagama,
Jakarta (1998)
œ Program Doktor Bidang Ekonomi di Univer -
sitas Borobudur (Jakarta)

Karya Buku:
1. Kiat Sukses Menjadi Pengusaha (1998)
2. Meniti Sukses Menata Masa Depan (2004)
3. Menjadi Entrepreneur Sejak Muda (2006)

Penghargaan:
1. Indonesian Executive Award dari Forum
Wartawan Independen Jawa Tengah (2001)
2. Penghargaan atas jasa-jasa dalam mengembangkan
Organisasi Himpunan Penyeleng -
gara Kursus Seluruh Indonesia dari Menteri
Pendidikan Nasional (13 Oktober 2001)
3. Finalis Ernst & Young Entrepreneur Of
The Year (2002)
4. Tokoh Penyelenggara Kursus dari Himpunan
Penyelenggara Pelatihan & Kursus Indonesia,
29 September 2006
5. Outstanding Entrepreneurship Asia Award
(2008).
(-)


[Fwd: Clorot,khas Lombok?pye cara mangane?]

begin:vcard
fn:Adi Wisaksono
n:Wisaksono;Adi
adr:Ds. Danurejo;;Jl. Raya Mertoyudan Km. 4,5 Japunan;Magelang;Jateng;56172;Indonesia
email;internet:hampala234@yahoo.co.id
title:Rumah Makan Ayam Goreng Kembang Sari
tel;work:0293 325514
tel;home:0293 325513
tel;cell:08562910578,08122981403
note:http://maglure.blogspot.com/
url:http://hampala.multiply.com/
version:2.1
end:vcard



-------- Original Message --------

Subject: Clorot,khas Lombok?pye cara mangane?






[Fwd: Karper bakar+plecing ora pedes]

begin:vcard
fn:Adi Wisaksono
n:Wisaksono;Adi
adr:Ds. Danurejo;;Jl. Raya Mertoyudan Km. 4,5 Japunan;Magelang;Jateng;56172;Indonesia
email;internet:hampala234@yahoo.co.id
title:Rumah Makan Ayam Goreng Kembang Sari
tel;work:0293 325514
tel;home:0293 325513
tel;cell:08562910578,08122981403
note:http://maglure.blogspot.com/
url:http://hampala.multiply.com/
version:2.1
end:vcard



-------- Original Message --------

Subject: Karper bakar+plecing ora pedes






[Fwd: Grasscup dkk]

begin:vcard
fn:Adi Wisaksono
n:Wisaksono;Adi
adr:Ds. Danurejo;;Jl. Raya Mertoyudan Km. 4,5 Japunan;Magelang;Jateng;56172;Indonesia
email;internet:hampala234@yahoo.co.id
title:Rumah Makan Ayam Goreng Kembang Sari
tel;work:0293 325514
tel;home:0293 325513
tel;cell:08562910578,08122981403
note:http://maglure.blogspot.com/
url:http://hampala.multiply.com/
version:2.1
end:vcard



-------- Original Message --------

Subject: Grasscup dkk






[Fwd: Kung,Bakso 68,singkawang]

begin:vcard
fn:Adi Wisaksono
n:Wisaksono;Adi
adr:Ds. Danurejo;;Jl. Raya Mertoyudan Km. 4,5 Japunan;Magelang;Jateng;56172;Indonesia
email;internet:hampala234@yahoo.co.id
title:Rumah Makan Ayam Goreng Kembang Sari
tel;work:0293 325514
tel;home:0293 325513
tel;cell:08562910578,08122981403
note:http://maglure.blogspot.com/
url:http://hampala.multiply.com/
version:2.1
end:vcard



-------- Original Message --------

Subject: Kung,Bakso 68,singkawang






[Fwd: rm carpio-LoTim,ikan grasskap panjang 1m]

begin:vcard
fn:Adi Wisaksono
n:Wisaksono;Adi
adr:Ds. Danurejo;;Jl. Raya Mertoyudan Km. 4,5 Japunan;Magelang;Jateng;56172;Indonesia
email;internet:hampala234@yahoo.co.id
title:Rumah Makan Ayam Goreng Kembang Sari
tel;work:0293 325514
tel;home:0293 325513
tel;cell:08562910578,08122981403
note:http://maglure.blogspot.com/
url:http://hampala.multiply.com/
version:2.1
end:vcard



-------- Original Message --------

Subject: rm carpio-LoTim,ikan grasskap panjang 1m






[Fwd: Rotiboy van lombok,murah+mirip rasane]



-------- Original Message --------
Subject: Rotiboy van lombok,murah+mirip rasane






Jumat, 27 Februari 2009

!?

begin:vcard
fn:Adi Wisaksono
n:Wisaksono;Adi
adr:Ds. Danurejo;;Jl. Raya Mertoyudan Km. 4,5 Japunan;Magelang;Jateng;56172;Indonesia
email;internet:hampala234@yahoo.co.id
title:Rumah Makan Ayam Goreng Kembang Sari
tel;work:0293 325514
tel;home:0293 325513
tel;cell:08562910578,08122981403
note:http://maglure.blogspot.com/
url:http://hampala.multiply.com/
version:2.1
end:vcard

---------- Forwarded message ----------
From: Rusmin Noer
! ?

Akhirnya ketemu juga.
:-)

dream on....




---------- Forwarded message ----------
From: Sulistio Budi Darmono












The car pictured in this note is a Mercedes Maybach..
Notice the 'recliner' rear seats, and the 'electrostatic' sunroof.
The sunroof turns from opaque to crystal clear depending on
The passengers preference.






















NOW, STOP DREAMING AND GET
BACK TO WORK! (BE HAPPY
WITH WHAT YOU'VE GOT)!







There is more .....



WHEN HELMETS MAKE NO SENSE...










PARACHUTE'S A BETTER IDEA...


There is yet more .....



What will I be when I grow up?










If you don't pass this along, a dog

Will come out and pee on your computer!










And in a final thought ; )





There have been times when I may have;

Disturbed you,

Troubled you,

Pestered you,

Irritated you,

Bugged you, or

Got on your nerves with all the emails I send,

So today I just wanna tell you that...




I PLAN TO CONTINUE !